kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.894   24,00   0,14%
  • IDX 8.896   11,65   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   7,40   0,60%
  • LQ45 874   7,89   0,91%
  • ISSI 325   1,01   0,31%
  • IDX30 447   6,13   1,39%
  • IDXHIDIV20 529   8,07   1,55%
  • IDX80 137   1,03   0,75%
  • IDXV30 146   2,22   1,54%
  • IDXQ30 143   1,71   1,21%

Akibat ketidakpastian sumber energi, tiga investor keramik molor beroperasi


Minggu, 09 Januari 2011 / 17:26 WIB
Akibat ketidakpastian sumber energi, tiga investor keramik molor beroperasi


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Akibat ketidakpastian pasokan gas untuk kalangan industri, beberapa pabrik asing menunda operasional pabriknya. Sebut saja, tiga perusahaan asing yang bergerak di sektor keramik molor beroperasi di Indonesia.

PT. Sun Tower asal Taiwan ini contohnya.Perusahaan yang berlokasi di Jawa Barat ini berencana beroperasi pada Oktober 2010 harus memundurkan operasional hingga Oktober 2011 mendatang. Sun Tower memiliki kapasitas 20 ribu meter persegi.

PT. Noble Keramik asal China yang merupakan pemain terbesar kedua di China tergiur juga berinvestasi ke Indonesia. Namun, akibat ketidakpastian sumber energi, investor asal negeri Tirai Bambu ini akhirnya memilih beroperasi pada awal tahun 2012. Noble Keramik ini memiliki investasi sebesar US$ 50 juta dengan kapasitas 50 ribu meter persegi.

Sementara itu, PT Mingchia Keramik Indonesia, asal Taiwan di di Cirebon, harus mencari alternatif lain yaitu mengubah sistemnya memakai batubara, akibat ketersedian gas tak jelas. Mingchia berinvestasi US$ 30 juta dengan kapasitas 15 ribu meter persegi.

Selain ketiga investor asing di atas, masih ada tiga perusahaan baru yang akan masuk. Dua dari Malaysia yaitu Sanitary dan Table Ware dan dari China.

Menurut Achmad Widjaja Ketua Umum Asosiasi Aneka Undistri Keramik, kendala administrasi di BKPM tetap ada. "Tapi kepastian energi itu tidak bisa ditawar. Alat yang paling efektif adalah keputusan politik, dan justru itulah yang tidak pernah diambil pemerintah," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×