kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   0,00   0,00%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akida: Industri harus sinergi dengan penelitian kampus ITB


Senin, 03 Desember 2018 / 20:16 WIB
ILUSTRASI. Teknologi Digital Mikroskop di Pameran LabIndonesia 2018


Reporter: Lita Febriani | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Asosiasi Kimia Dasar Anorganik Indonesia (Akida) mulai mengadakan kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kerjasama dilakukan guna menyinergikan secara nyata penelitian-penelitian yang tengah dikembangkan oleh universitas.

Ketua Akida, Michael Susanto Pardi menuturkan bahwa selama ini belum ada kerjasama nyata pihak industri dengan universitas. "Kerjasama dengan universitas dilakukan untuk mengembangkan produk-produk kimia," ungkap Michael kepada Kontan.co.id, Minggu (2/12).

Usai dengan ITB, Akida akan mencoba jajaki kerjasama dengan universitas lain yang memiliki jurusan kimia. Tak hanya lakukan kerjasama dengan universitas saja. Akida juga tengah lakukan kerjasama dengan Toyota guna kembangkan Internet of Things (IOT).

Memasuki era industri 4.0, Michael Susanto Pardi berpendapat bahwa industri harus melakukan training guna memiliki SDM yang siap bekerja. Hal tersebut dilakukan agar SDM cepat beradaptasi dengan sistem robotic, cloud computing dan artificial intelegence (AI) atau kecerdasan buatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×