Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) memperpanjang batas waktu penyelesaian rencana akuisisi PanAsia Aquaculture Pte. Ltd. (PAA) hingga Juni 2027. Meski demikian, perusahaan ini memperkirakan transaksi akuisisi bisnis akuakultur dan udang tersebut dapat dirampungkan lebih cepat, yakni paling lambat pada kuartal I-2027.
Perpanjangan ini dilakukan seiring masih berlangsungnya sejumlah proses audit, penilaian independen, serta restrukturisasi internal di tubuh PanAsia Aquaculture yang menjadi bagian dari persyaratan sebelum transaksi dapat diselesaikan.
Sumber Mas Konstruksi dalam keterangan pers pada Selasa (6/10/2026) menyampaikan bahwa PanAsia Aquaculture telah memberitahukan perkembangan proses restrukturisasi internal kepada perseroan pada 1 Oktober 2026.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026, Elnusa Petrofin Siagakan 28 Mobil Tangki BBM
Restrukturisasi tersebut diperlukan untuk menata kembali kegiatan usaha PanAsia Aquaculture di bawah kepemilikan langsung maupun tidak langsung. Saat ini, entitas-entitas yang akan direstrukturisasi masih menjalani proses audit dan penilaian oleh pihak independen.
Hasil proses tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan studi kelayakan, laporan pendapat kewajaran (fairness opinion), serta dokumen lainnya yang diperlukan untuk penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
PanAsia Aquaculture menyebut proses administrasi, kepatuhan, dan keuangan membutuhkan waktu tambahan karena terdapat sejumlah perkembangan bisnis baru pada entitas yang akan direstrukturisasi.
Beberapa perkembangan tersebut mencakup akuisisi aset baru di Indonesia, rencana pengembangan fasilitas pertanian dan akuakultur terintegrasi di Semenanjung Malaysia, ekspansi bisnis tambak dan perdagangan udang di Malaysia Timur, hingga peluncuran proyek bisnis baru di kawasan Pasifik.
Perusahaan ini mengatakan telah melakukan kajian awal terhadap perkembangan tersebut dan menilai tambahan kegiatan usaha tersebut dapat memberikan manfaat terhadap proses pengambilalihan PAA, sekaligus bagi perseroan dan pemegang saham.
Atas pertimbangan tersebut, perusahaan ini menyetujui perpanjangan batas waktu akhir atau long stop date dalam perjanjian jual beli saham bersyarat (CSPA) hingga 30 Juni 2027.
Meski long stop date diperpanjang, perusahaan memperkirakan pengambilalihan PAA dapat diselesaikan paling lambat 31 Maret 2027, dengan catatan tidak terdapat kondisi tidak terduga yang dapat menghambat transaksi.
Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) Perkuat Komponen Kendaraan Listrik Jelang TKDN 60%
Selain PAA, SMKM juga tengah memproses pengambilalihan LSO Organization Holdings Pte. Ltd. (LOH).
Proses tersebut juga masih menunggu penyelesaian sejumlah persyaratan, termasuk audit keuangan dan penilaian independen terhadap LOH.
Perusahaan ini menjelaskan, LOH beserta entitas anaknya, yakni Lim Shrimp Organization Limited (LSO BVI), Lim Shrimp Org Sdn. Bhd. (LSOSB), dan LSO Pacific Pte. Ltd. (LSO Pacific), saat ini berada pada tahapan yang berbeda dalam proses audit independen.
Keempat entitas tersebut telah menyelesaikan audit keuangan hingga tahun buku 2025. Selanjutnya, proses audit masih berjalan hingga tanggal cut-off yang ditargetkan pada 2026 untuk mendukung penyelesaian pengambilalihan LOH.
Di sisi lain, proses penilaian independen terhadap LOH juga masih berlangsung.
Namun, Sumber Mas Konstruksi memperkirakan transaksi pengambilalihan LOH justru dapat diselesaikan lebih cepat dari rencana awal, yakni pada kuartal I-2027.
Apabila kedua transaksi tersebut berhasil diselesaikan sesuai target, Sumber Mas Konstruksi secara tidak langsung akan memiliki dan mengendalikan sedikitnya 75% hingga maksimal 100% dari seluruh kegiatan usaha dalam grup PAA dan LOH.
Di tengah proses akuisisi yang masih berjalan, grup PAA juga memperluas basis asetnya di Indonesia.
Pada 18 Juni 2026, PAA telah menyelesaikan akuisisi Ark Abundance Pte. Ltd. (AAPL). Kemudian, pada 20 Juli 2026, AAPL menyelesaikan akuisisi 75% saham biasa sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA).
Baca Juga: PMSol Perkuat Aspek Safety
Perusahaan tersebut memiliki properti tambak udang seluas 68,07 hektare atau sekitar 680.700 meter persegi di Indonesia.
Saat ini, PAA tengah menjajaki peningkatan dan pengembangan properti tersebut untuk kegiatan budidaya udang secara intensif. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan nilai aset yang telah diakuisisi.
Sumber Mas Konstruksi memandang masuknya AAPL dan PMA tersebut ke dalam grup PAA sebagai perkembangan positif bagi rencana pengambilalihan.
Rencana ekspansi tersebut membuat transaksi yang awalnya berfokus pada pengambilalihan bisnis PAA dan LOH kini juga mencakup potensi pengembangan aset tambak udang di Indonesia serta ekspansi bisnis akuakultur di sejumlah kawasan.
Rencana pengambilalihan PAA sendiri bermula dari penandatanganan CSPA dengan Lim Shrimp Org Pte. Ltd. pada 22 Desember 2025. Sementara itu, CSPA untuk pengambilalihan LOH dengan Advanced Systems Automation Limited ditandatangani pada 30 Januari 2026.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kedua transaksi tersebut akan memperluas eksposur Sumber Mas Konstruksi ke bisnis akuakultur dan perdagangan udang dengan kepemilikan tidak langsung sedikitnya 75% hingga 100% atas kegiatan usaha dalam grup PAA dan LOH.
Baca Juga: OMODA & JAECOO Buka Dealer ke-43 di Bandung, Kejar Target 80 Dealer
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














