Reporter: Genta Disa | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik mencapai 60% pada 2027, ketentuan ini mendorong semakin besarnya porsi komponen dan proses produksi dalam negeri.
Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur atau produksi barang dan komponen, Astra Otoparts Tbk (AUTO) melihat rencana ini sebagai peluang memperkuat posisi industri komponen nasional dalam rantai pasok kendaraan listrik.
Sophie Handali Direktur Astra Otoparts mengatakan, perseroan terus memperkuat kemampuan manufaktur dan pengembangan produk di dalam negeri untuk menangkap peluang dari transformasi industri otomotif.
Baca Juga: PMSol Perkuat Aspek Safety
“Dari sisi industri komponen, kami melihat peningkatan TKDN kendaraan listrik sebagai peluang untuk semakin memperkuat industri komponen nasional,” ujar Sophie dalam keterangan resmi Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan kapabilitas manufaktur dan research and development (R&D), serta penguatan produktivitas, efisiensi, dan rantai pasok sejalan dengan portofolio dan ekosistem yang dimiliki perseroan.
Sophie menambahkan, Astra Otoparts telah memasok sejumlah komponen untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik roda empat.
Portofolio tersebut mencakup general parts, yakni komponen yang dapat digunakan pada kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) maupun kendaraan listrik.
Untuk general parts, beberapa komponen yang dimiliki AUTO antara lain auxiliary battery, driveshaft, caliper assy, dan wireless charger untuk mobile phone.
Sementara untuk kendaraan listrik, AUTO telah memiliki hybrid damper, hose cooling inverter & motor, serta battery case.
Ragam komponen tersebut menjadi bagian dari strategi AUTO untuk meningkatkan kapabilitas dalam memenuhi kebutuhan dan spesifikasi pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM).
Baca Juga: OMODA & JAECOO Buka Dealer ke-43 di Bandung, Kejar Target 80 Dealer
Sophie mengatakan kapabilitas R&D menjadi salah satu penopang perseroan untuk terus menghasilkan produk yang relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik.
“Pengembangan komponen tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk menangkap peluang pertumbuhan dari transformasi industri otomotif, sekaligus meningkatkan kapabilitas dalam memenuhi kebutuhan dan spesifikasi pelanggan OEM,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














