kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Akvindo: Solusi Alternatif Beralih Lebih Efektif dari Kebiasaan Merokok


Kamis, 30 April 2026 / 19:48 WIB
Akvindo: Solusi Alternatif Beralih Lebih Efektif dari Kebiasaan Merokok
ILUSTRASI. Berbagai produk liquid rokok elektrik (vape) (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi banyak perokok dewasa, berhenti merokok bukanlah hal yang mudah, terutama jika harus dilakukan secara tiba-tiba. Karena itu, diperlukan solusi yang lebih realistis dan dijalani secara bertahap agar hasilnya lebih efektif. Salah satu pilihan yang kerap dipertimbangkan adalah penggunaan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik (vape), produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.

Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, mengatakan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam proses beralih dari kebiasaan merokok, karena perubahan tidak hanya bergantung pada produk yang digunakan, melainkan pada kemampuan individu dalam mengubah rutinitas dan pola perilaku sehari-hari.

"Keberhasilan proses beralih ini pada dasarnya tidak hanya ditentukan oleh produk yang digunakan, tetapi sangat bergantung pada konsistensi individu dalam mengubah kebiasaan," jelas Paido, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: BNN Usul Pelarangan Vape, Akvindo: Jangan Disamakan dengan Narkoba

Paido menambahkan bahwa mengenali pemicu seperti stres, kebiasaan sosial, hingga momen tertentu dalam keseharian menjadi langkah penting agar proses transisi berjalan lebih lancar. Ia juga menyebutkan bahwa produk tembakau alternatif dapat berperan sebagai alat bantu, terutama pada fase awal yang cenderung paling menantang.

"Dengan menyediakan alternatif asupan nikotin yang berbeda dari rokok, produk ini dapat membantu mengurangi keinginan untuk kembali merokok, terutama pada fase awal transisi yang umumnya paling rentan. Namun, peran ini harus dipahami sebagai alat bantu, bukan solusi tunggal," jelasnya.

Dalam praktiknya, tantangan terbesar sering muncul di tahap adaptasi. Perbedaan sensasi, rasa, hingga kebiasaan sosial seperti merokok saat berkumpul bersama teman kerap menjadi hambatan. Untuk mengatasinya, banyak perokok dewasa memilih menjaga konsistensi, menghindari situasi pemicu di awal, serta mencari alternatif yang paling sesuai dengan preferensi mereka.

"Tidak perlu langsung berhenti total. Mulailah dengan menggantikan satu momen merokok dalam rutinitas harian dengan produk alternatif. Pendekatan kecil namun konsisten seringkali lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan perubahan drastis," kata Paido.

Salah satu riset dari Universitas Oxford di Inggris menemukan bahwa bahwa produk tembakau alternatif memiliki potensi efektivitas yang lebih tinggi dalam membantu perokok beralih dari kebiasaan merokok dibandingkan metode lain seperti terapi pengganti nikotin (seperti koyo dan permen karet nikotin) ataupun sekadar dukungan penyuluhan untuk perubahan perilaku.

"Faktanya, hasil berbagai meta-analisis yang kami pelajari menunjukkan secara jelas dan konsisten bahwa produk tembakau alternatif efektif membantu orang beralih dari kebiasaan merokok," ujar penulis utama riset tersebut, Peneliti Senior dan Dosen di Departemen Ilmu Kesehatan Perawatan Primer Nuffield, Universitas Oxford, Dr. Angela Difeng Wu, dikutip Kamis (30/4/2026).

Pendekatan tersebut dibahas pada riset berjudul Electronic cigarettes for smoking cessation: An overview of systematic reviews and evidence and gap map yang dipublikasikan pada Maret 2026. Studi ini menganalisis 14 tinjauan sistematis dari berbagai penelitian global antara tahun 2014 sampai dengan 2023.

Cara alternatif ini dianggap membantu mengurangi kebiasaan lama secara perlahan, sehingga perpindahan terasa lebih mudah dijalani dibandingkan berhenti secara tiba-tiba. “Produk tembakau alternatif memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok, karena penggunaannya menghasilkan aerosol atau uap air, bukan asap yang mengandung tar berbahaya,” seperti tertulis dalam riset tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×