kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Alodokter Kembangkan AI untuk Bantu Dokter dalam Konsultasi Medis


Sabtu, 26 September 2026 / 10:42 WIB
Alodokter Kembangkan AI untuk Bantu Dokter dalam Konsultasi Medis
ILUSTRASI. Alodokter mengembangkan teknologi artificial intelligence atau AI (DOK/alodokter)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alodokter mengembangkan teknologi artificial intelligence atau AI yang dirancang untuk membantu dokter dalam proses konsultasi medis. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung dokter dalam mengumpulkan informasi pasien, mengenali tanda bahaya, hingga mempertimbangkan langkah penanganan.

Pengembangan teknologi ini turut dievaluasi melalui studi prapublikasi yang melibatkan peneliti dari Stanford dan University of California, Berkeley. Studi tersebut meninjau penggunaan Alodokter AI dalam konsultasi dokter umum secara nyata.

Dalam studi tersebut, sebanyak 402 konsultasi dokter umum yang menggunakan dukungan AI dievaluasi. Setiap konsultasi dinilai oleh tiga dokter Indonesia independen berdasarkan 14 kriteria keselamatan klinis.

Baca Juga: Maxim dan Gerkatin Dorong Kesempatan Kerja Setara bagi Penyandang Disabilitas

Hasilnya, sebanyak 397 dari 402 konsultasi atau sekitar 98,8% diklasifikasikan aman secara klinis berdasarkan konsensus panel dokter.

Ziad Obermeyer, MD, Associate Professor di UC Berkeley sekaligus salah satu penulis studi, mengatakan evaluasi AI untuk layanan kesehatan perlu dilakukan dalam kondisi yang mendekati praktik medis sebenarnya.

“Teknologi AI untuk layanan kesehatan tidak dapat dinilai hanya berdasarkan kemampuannya memberikan jawaban atas skenario yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam praktiknya, konsultasi pasien jauh lebih kompleks dan sulit diprediksi. Dengan mengevaluasi Alodokter AI dalam konsultasi telemedisin yang berlangsung dalam kondisi r il, studi ini membuat evaluasi AI klinis lebih mendekati kondisi nyata dalam penanganan pasien,” ujar Ziad dalam keterangan resmi, Jumat (25/9/2026).

Alodokter AI dikembangkan untuk digunakan sebagai pendukung dalam konsultasi antara pasien dan dokter, bukan sebagai pengganti dokter. Dalam penerapannya, teknologi ini membantu dokter mengumpulkan informasi, mengidentifikasi tanda bahaya, menilai risiko penggunaan obat, serta mempertimbangkan pilihan penanganan.

Setiap rekomendasi dari AI tetap ditinjau dan dapat disesuaikan oleh dokter yang menangani pasien. Sementara itu, keputusan diagnosis dan pemberian resep tetap berada pada kewenangan dokter.

Head of Medical Content and Marketing Alodokter dr. Marianti mengatakan penggunaan AI dalam layanan kesehatan perlu tetap disertai pertimbangan klinis dari tenaga medis.

Baca Juga: UU Reforma Agraria Disahkan, Begini Kata Pakuwon Jati (PWON)

“Masyarakat menggunakan AI karena cepat, praktis, dan mudah diakses. Namun, untuk urusan kesehatan, jawaban instan tidak selalu berarti layanan medis yang tepat. Di Alodokter, pasien tidak perlu memilih antara kemudahan teknologi dan pertimbangan klinis dokter. AI membantu dokter memahami kondisi pasien secara lebih mendalam, mengenali informasi penting, dan mempertimbangkan langkah penanganan yang sesuai. Dengan begitu, pasien tetap mendapatkan kemudahan yang ditawarkan teknologi, sekaligus konsultasi yang lebih terarah, menyeluruh, dan informatif. Keputusan medis tetap berada di tangan dokter,” ujar Marianti.

Berdasarkan data internal Alodokter, sebanyak 98% konsultasi dokter umum yang mendapat dukungan Alodokter AI memperoleh penilaian kepuasan positif dari pasien.

Studi tersebut juga menemukan sejumlah area yang masih perlu diperkuat dalam pengembangan teknologi, khususnya terkait kondisi pasien yang membutuhkan rujukan segera serta keamanan dosis obat untuk pasien anak.

Alodokter menyatakan temuan tersebut akan digunakan untuk menyempurnakan teknologi AI yang dikembangkan. Perusahaan juga berencana melakukan uji acak terkontrol bersama tim peneliti untuk melihat dampak penggunaan AI terhadap kualitas layanan dan keselamatan pasien.

President Director dan Co-Founder Alodokter Suci Arumsari mengatakan pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk menyesuaikan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia.

Baca Juga: Realisasi Capex Astra (ASII) Baru Rp 17 Triliun, Ini Rincian Penggunaannya

“Indonesia memiliki salah satu sistem layanan kesehatan paling kompleks di dunia. Bagi kami, kondisi ini bukan alasan untuk tertinggal, melainkan kesempatan untuk membangun inovasi AI yang menjawab kebutuhan Indonesia sekaligus dapat menjadi rujukan bagi perkembangan telemedisin di dunia. Ambisi kami adalah membuat layanan kesehatan yang tepercaya dan konsisten lebih mudah dijangkau oleh masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Suci.

Studi mengenai penggunaan Alodokter AI tersebut dipublikasikan oleh Stanford King Center on Global Development. Evaluasi dilakukan terhadap penggunaan teknologi dalam rangkaian konsultasi telemedisin, mulai dari pengumpulan informasi, identifikasi tanda bahaya, diagnosis, pengobatan, hingga proses rujukan dan tindak lanjut.

Alodokter menyebut hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan serta standar keselamatan untuk penggunaan AI klinis di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×