Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen gula, PT Aman Agrindo Tbk (GULA) bersiap mengoperasikan pabrik gula merah baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun ini.
Direktur Utama Aman Agrindo Andreas Utomo menyampaikan pihaknya optimistis terhadap prospek bisnis gula nasional seiring dengan bergulirnya sejumlah strategi ekspansi terukur.
Pada tahun ini perusahaan menargetkan pendapatan dapat menyentuh angka Rp336,37 miliar pada tahun buku 2026 atau naik sekitar 50% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Menko Zulhas Targetkan 35.872 KDKMP Rampung Agustus 2026
"Target perseroan di tahun 2026 ini didukung oleh berbagai strategi strategis, di antaranya pengembangan area pemasaran dan penjualan, penguatan kemitraan dengan pelanggan lama, serta penjajakan aktif terhadap pelanggan baru,” ungkap Andreas, Senin (20/7).
GULA juga berupaya memenangkan persaingan pasar dengan menyasar segmen UKM dan retail melalui penawaran kuantitas yang lebih fleksibel namun tetap dengan harga yang bersaing.
Selain mematok target penjualan yang agresif, GULA juga membidik raihan Laba Bruto sebesar Rp55,83 miliar, Laba Usaha senilai Rp46,92 miliar, serta Laba Neto sebesar Rp36,90 miliar hingga akhir tahun 2026.
Per kuartal I-2026 GULA mencatatkan penjualan sebesar Rp40,9 miliar dan laba usaha Rp2 miliar.
Guna memuluskan target pertumbuhan tersebut, fokus operasional utama manajemen saat ini tertuju pada penyelesaian pembangunan pabrik gula merah.
Langkah operasional ini ditopang penuh oleh realisasi penggunaan dana hasil IPO saham yang diperoleh sejak Agustus 2022 lalu. Berdasarkan laporan resmi korporasi, realisasi penyerapan dana bersih hasil penawaran umum telah berjalan optimal mendekati 100%.
Dari total dana IPO bersih yang dialokasikan, perseroan telah merealisasikan Rp10,17 miliar untuk pembangunan pabrik dan fasilitas lainnya (dari rencana semula Rp11,39 miliar). Sementara itu, alokasi untuk pembelian dan instalasi mesin sebesar Rp28,88 miliar serta modal kerja sebesar Rp10,06 miliar telah terealisasi sepenuhnya atau mencapai 100% dari rencana prospektus.
Secara akumulatif, total anggaran belanja modal (capex) yang disiapkan untuk pos pabrik baru ini mencapai Rp40,2 miliar. Per Mei 2026, dana yang telah diserap dan dibelanjakan telah menembus Rp39 miliar, sehingga sisa komitmen dana capex yang belum dikerahkan tinggal menyisakan Rp1,2 miliar saja.
Sisa dana IPO sebesar Rp1,21 miliar saat ini ditempatkan dengan aman pada instrumen perbankan di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai pihak ketiga.
Kendati demikian, manajemen mengakui ada sejumlah tantangan eksternal yang membayangi penyelesaian proyek ini. Fluktuasi makroekonomi, khususnya pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (USD), berimbas pada operasional pengadaan aset perseroan.
“Namun, manajemen terus melakukan mitigasi ketat agar pabrik tetap dapat commissioning tepat waktu di paruh kedua tahun ini," pungkas Andreas.
Baca Juga: PASPI: Diversifikasi Pasar Bantu Kurangi Ketergantungan Ekspor Sawit ke Uni Eropa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
