Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat kapasitas angkutan KRL Jabodetabek dengan menambah armada kereta.
Dari total 36 trainset yang disiapkan, sebanyak sembilan trainset ditargetkan masuk dan beroperasi secara bertahap hingga 2027.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penambahan trainset menjadi bagian dari upaya perseroan mengantisipasi pertumbuhan jumlah pengguna transportasi perkotaan, khususnya di wilayah Jabodetabek.
"Untuk yang namanya penambahan kapasitas Jabodetabek khususnya Green Line," ujar Anne di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: KAI Catat Pertumbuhan Pelanggan Lebih dari 7% hingga Agustus 2026
Menurut Anne, dari total 36 trainset yang disiapkan, saat ini sebanyak 18 trainset telah tersedia. Jumlah tersebut terdiri dari 11 trainset dari China yang telah beroperasi serta tambahan tujuh trainset.
Sementara itu, masih terdapat sembilan trainset yang sedang dipersiapkan untuk masuk secara bertahap hingga 2027. KAI juga masih memiliki delapan kereta yang berada dalam tahap pengadaan kepada PT Industri Kereta Api (INKA).
"Dari 36 trainset sudah berapa yang sudah terealisasi, 11 dari China, 7 dari INKA, masih ada 9 trainset yang sedang dipersiapkan akan masuk lagi dan kami masih punya 8 kereta yang saat ini masih dalam tahapan pengadaan ke INKA," jelas Anne.
Dengan demikian, penambahan armada KRL tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. KAI juga menyiapkan pengadaan secara berkelanjutan seiring dengan adanya rangkaian kereta yang memasuki masa pensiun.
"Artinya totalnya yang saat ini sudah beroperasi yang baru 11 dari China tambah 7 dari China itu 18, masih ada 18 kereta lagi totalnya 36 yang sudah kita siapkan," kata Anne.
Baca Juga: Laba KAI Anjlok 73% di Semester I, Beban Investasi Proyek Whoosh Jadi Pemicu
Anne menambahkan, setelah pengadaan delapan KRL baru tersebut, penambahan armada akan terus dilakukan secara bertahap setiap tahun. Hal ini mempertimbangkan kebutuhan peremajaan armada KRL yang sudah berusia tua.
"Karena kereta-kereta kita juga sudah banyak yang harus pensiun ini akan terus setiap tahun," ujarnya.
Khusus tahun ini, KAI menyebut masih terdapat delapan KRL baru yang perlu diinvestasikan. Sementara sembilan trainset lainnya sedang dalam proses persiapan untuk mendukung peningkatan kapasitas angkutan Jabodetabek.
Selain penambahan armada, KAI juga menyiapkan infrastruktur pendukung agar kapasitas angkutan dapat ditingkatkan.
Pada Green Line, misalnya, perseroan bersama PLN dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) tengah menyiapkan tambahan kapasitas listrik untuk memungkinkan pengoperasian rangkaian hingga 12 kereta.
KAI telah melakukan uji coba rangkaian 12 kereta tersebut. Namun, pengoperasian secara penuh masih membutuhkan kesiapan infrastruktur kelistrikan.
Baca Juga: KAI Integrasikan INKA, Targetkan Pemenuhan 156 Rangkaian KRL hingga 2040
Untuk pekerjaan tersebut, KAI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PLN dan berkoordinasi dengan DJKA. Perseroan menargetkan pekerjaan penambahan kapasitas listrik mulai dilakukan pada 2027.
"Kami targetkan di 2027 ini sudah mulai dikerjakan karena ini akhir tahun sedang menyiapkan pendanaan dan yang lainnya," tutur Anne.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














