kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Sertifikasi Halal Jadi Strategi Produsen Korea Selatan Garap Pasar Indonesia


Jumat, 04 September 2026 / 22:00 WIB
Sertifikasi Halal Jadi Strategi Produsen Korea Selatan Garap Pasar Indonesia
ILUSTRASI. JIPREMIUM 2026 menghadirkan rangkaian program menarik (DOK/Coex/KITA/JIPREMIUM)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Besarnya populasi muslim menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar potensial bagi produk halal. Kondisi tersebut turut mendorong pelaku usaha asing menyesuaikan produk yang dipasarkan dengan ketentuan dan kebutuhan konsumen di dalam negeri.

Salah satunya datang dari produsen Korea Selatan. Sejumlah perusahaan asal Negeri Ginseng mulai memberikan perhatian lebih terhadap sertifikasi halal sebelum memasarkan produknya di Indonesia.

CEO PT Aremgo Grafindo,  Andrew Soh mengatakan, kesadaran perusahaan Korea Selatan terhadap pentingnya sertifikasi halal terus meningkat.

Hal tersebut sejalan dengan keinginan produsen untuk memperluas pasar di Indonesia maupun negara Asia Tenggara lainnya. "Karena ingin menggarap pasar di Indonesia, mereka  menampilkan K-Halal supaya orang tahu ini produk untuk mereka halal," ujar Andrew, Kamis (3/9).

Perhatian terhadap aspek halal juga mulai meluas ke berbagai jenis produk. Tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga produk kosmetik, fesyen hingga sektor pariwisata.

Baca Juga: Brantas Abipraya Rampingkan Anak Usaha, Modal GIB Naik Jadi Rp194,2 Miliar

Besarnya pasar Indonesia memicu para produsen Korea Selatan semakin mempertimbangkan sertifikasi halal sebelum membawa produknya ke pasar domestik.

Meski kesadaran terhadap halal meningkat, Andrew mengakui masih ada produsen Korea Selatan yang perlu memahami lebih jauh ketentuan sertifikasi dan persyaratan produk yang berlaku di Indonesia. Edukasi mengenai regulasi menjadi penting sebelum perusahaan membawa produknya masuk ke pasar domestik.

Upaya tersebut salah satunya melalui Jipremium 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC). Dalam ajang tersebut, Aremgo Grafindo selaku penyelenggara menghadirkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha Korea Selatan mengenai ketentuan produk yang akan dipasarkan di Indonesia.

Menurutnya, pemenuhan standar dan regulasi lokal menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan perusahaan Korea Selatan untuk masuk ke pasar Indonesia. Produsen tidak hanya mengandalkan popularitas produk Korea, tetapi juga perlu menyesuaikan produknya dengan ketentuan serta kebutuhan konsumen di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×