kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ancora Indonesia (OKAS) Kembangkan Bisnis Tambang Emas pada Tahun 2023


Kamis, 15 Desember 2022 / 20:58 WIB
Ancora Indonesia (OKAS) Kembangkan Bisnis Tambang Emas pada Tahun 2023
ILUSTRASI. Direktur Utama Ancora Indonesia Resources Rolaw P. Samosir. KONTAN/Baihaki/16/10/2019


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) melalui PT Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB) bersiap mengembangkan bisnis pertambangan emas pada tahun 2023. Area pengerjaan proyek ini akan dilakukan di Lombok Barat.

OKAS menggarap bisnis tambang emas melalui anak usahanya, PT Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB). Pada Januari 2019 silam, ILBB juga sudah mendapatkan Izin Usaha Penambangan Operasi Produksi (IUP OP) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun di Maret 2022, IUP OP harus dicabut.

Baca Juga: Penjualan Ancora Indonesia (OKAS) Tumbuh 48% di Kuartal III-2022

Kini, ILBB telah mendapatkan kembali IUP OP per Agustus 2022 lalu. Di mana IUP OP ini telah terdaftar di MODI dan MOMI Database Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM pada 14 November 2022.

Direktur Utama Ancora Indonesia Resources Rolaw P Samosir menjelaskan, pembangunan ini rencananya akan memulai proses drilling eksplorasi dan pengerjaan Joint Ore Reserves Committee (JORC) kuartal I-2023.  

“JORC diharapkan dapat dimulai pada kuartal I tahun 2023 dan selesai di kuartal III tahun 2023 antara lain pemboran eksplorasi tambahan, uji metallurgy, uji assay, geoteknik, geolistrik, hydrogeology, pengkinian permodelan geologi dan studi kelayakan,” jelasnya dalam paparan Public Expose, Kamis (15/12).

Selanjutnya, di kuartal I-2024, OKAS akan melakukan pembangunan infrastruktur dan pabrik pengolahan emas. Pembangunan ini diharapkan bisa selesai pada kuartal II tahun 2025.

Setelah rampung, loperasi dan produksi emas akan dimulai sekitar kuartal III tahun 2025. “Karena kurang lebih butuh waktu 1 tahun untuk pembangunan di Lombok,” ungkapnya.

Baca Juga: Izin Anak usaha Ancora Indonesia (OKAS) Batal Dicabut

Untuk pengembangan tambang emas ini, OKAS memperkirakan kebutuhan belanja modal atau capex mencapai Rp 40 miliar sampai Rp 45 miliar di tahun 2023. Dana ini akan digunakan untuk pengerjaan drilling dan pengerjaan JORC.

“Dari hasil drilling dan JORC ini kita akan mengetahui berapa capex yang akan kita keluarkan sambil menunggu hasilnya yang akan rampung di kuartal III-2022,” tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×