kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Angkasa Pura (AP) I bakal kembangkan bandara sesuai kearifan lokal


Jumat, 21 September 2018 / 22:44 WIB
ILUSTRASI. Manajemen Angkasa Pura I bersama Airports Council International


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. PT Angkasa Pura I (persero) menyampaikan dalam membangun dan mempercantik bandara miliknya harus memperhatikan kearifan lokal. Oleh karena itu, konsep setiap bandara juga akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Devi Suradji, Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I menyampaikan bahwa saat ini pihaknya aktif melakukan pengambilalih pengelolaan dan pembangunan bandara baru. Selain membangun destinasi dan konektivitas, bandara juga harus sesuai dengan kultur setempat.

"Passenger experience harus kami kemas, bandara itu disesuaikan. Destinasi dibangun menyesuaikan bandara, dan bandara menyesuaikan destinasi," ujarnya di Hong Kong, Jumat (21/9).

Dirinya mencontohkan bahwa bandara Solo yang akan dibangun kereta api yang terintegrasi. Sedangkan di Semarang, hanya ditaruh patung Jokowi saja sudah menjadi daya tarik wisatawan begitu pula dengan bandara lainnya. Semua ini bergantung pada kultur setempat termasuk dalam membangun Bandara Kulonprogo.

"Itulah kenapa Bandara tidak bisa diseragamkan dan tidak ada bandara yang lebih prioritas dibandingkan dengan bandara yang lainnya," lanjutnya.

Saat ini AP I sudah memiliki 13 bandara mulai dari I Gusti Ngurah Rai di Bali, Juanda di Surabaya, Ahmad Yani di Semarang hingga Frans Kaisisepo di Biak. Jumlah tersebut dipastikan akan bertambah dalam beberapa tahun ke depan dengan mengambilalih pengelolaan bandara baru.

"Kami baru tandatangan MoU Bandara Samarinda, Sentani dan Palu dan masih harus tandatangan lagi untuk Sorong, Labuan Bajo dan Tarakan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×