kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.736   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.186   23,86   0,39%
  • KOMPAS100 815   2,75   0,34%
  • LQ45 625   4,57   0,74%
  • ISSI 217   -0,56   -0,26%
  • IDX30 358   3,05   0,86%
  • IDXHIDIV20 441   3,87   0,88%
  • IDX80 94   0,32   0,35%
  • IDXV30 122   0,82   0,68%
  • IDXQ30 115   0,85   0,74%

Antisipasi pendapatan menurun, KCI disarankan lakukan dua hal ini


Sabtu, 13 Juni 2020 / 20:50 WIB


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tendi Mahadi

"Makanya kami berharap ini untuk yang PSO ada kebijakan dari pemerintah untuk penyesuaian tarif nya lagi sehingga KCI tetap berjalan, baik untuk penyelenggaraan KRL," terang dia.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri mengakui biaya operasional terbilang naik. Terlebih dengan berkurangnya kapasitas penumpang yang bisa diangkut.

Baca Juga: Jangan keliru! Hasil rapid test non-reaktif belum tentu negatif Covid-19

"Namun prinsipnya bagi PSO karena masyarakat juga sekarang kondisinya lagi berat kita minta PSO ini tidak ada kenaikan tarif. Bagaimana mensiasatinya, memang sekarang kita sedang melakukan pembahasan terus khususnya KCI untuk KRL ini kan semua kereta memang disubsidi dengan PSO, jadi kita coba bagaimana mensiasati kekurangan atau beban daripada biaya operasi yang semakin berat," jelas Zulfikri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×