Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan kinerja positif pada awal tahun ini. Emiten pertambangan pelat merah ini mencatatkan penjualan bersih mencapai Rp 29,32 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 12% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 26,15 triliun.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto menjelaskan, pertumbuhan ini ditopang oleh penguatan basis pelanggan dalam negeri, terutama pada produk emas, bijih nikel, dan bijih bauksit. Tercatat, penjualan domestik berkontribusi dominan sebesar Rp 28,31 triliun atau setara 97% dari total penjualan bersih.
"Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan, sehingga memberikan imbal hasil yang positif dan nilai tambah bagi para pemegang saham," ujarnya dalam pernyataannya, Rabu (29/4/2026).
Segmen emas masih menjadi motor utama dengan kontribusi 81% terhadap total penjualan. Penjualan emas tercatat tumbuh 11% menjadi Rp 23,89 triliun dengan volume mencapai 8.464 kg.
Baca Juga: Kilang Bensin Cilacap–Dumai Ditargetkan Tekan Impor BBM US$1,25 Miliar
Untuk menjaga pasokan, ANTAM telah meneken Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026 sebagai langkah strategis memperkuat kedaulatan emas nasional.
Di sisi lain, segmen nikel menyumbang 15% atau sebesar Rp 4,47 triliun, meningkat 19% secara tahunan. Produksi bijih nikel mencapai 3,88 juta wet metric ton (wmt) dengan volume penjualan 3,40 juta wmt yang seluruhnya diserap pasar domestik.
Sementara itu, produksi feronikel tercatat sebesar 3.976 ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan volume penjualan 2.803 TNi untuk pasar ekspor.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada bauksit dan alumina yang berkontribusi 3% dengan nilai Rp 879,14 miliar, melonjak 24% dibandingkan kuartal I-2025.
Produksi bauksit tercatat sebesar 628.785 wmt dengan kenaikan volume penjualan 9% menjadi 593.476 wmt. Adapun produksi alumina tumbuh 13% menjadi 49.566 ton seiring optimalisasi operasi pabrik CGA.
Lebih lanjut, Untung menambahkan, pihaknya berkomitmen terus menerapkan good mining practices dan operational excellence di seluruh lini bisnis.
"Dengan fondasi operasional yang solid dan kondisi keuangan yang sehat, Perusahaan optimistis menjaga momentum pertumbuhan serta menghadapi dinamika global melalui strategi yang terukur dan berkelanjutan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













