kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

AP II anggarkan Rp 3,2 T buat revitalisasi T1 & 2


Minggu, 10 September 2017 / 20:14 WIB


Reporter: Tantyo Prasetya | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID -  Angkasa Pura II (AP II) berencana merevitalisasi Terminal 1 dan 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta. Rencananya, untuk merevitalisasi kedua terminal tersebut, perseroan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,6 triliun untuk setiap terminal.

Yado Yarismano selaku Public Relation Manager Angkasa Pura 2, menyatakan bahwa rencana revitalisasi tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Untuk Terminal 1, rencananya akan dimulai dari Terminal 1 C terlebih dahulu dan saat ini masih dalam tahap Detail Engineering Design (DED).

"Kalau untuk T2 akan dimulai dengan T2F dan sekarang sudah dalam proses procurement," terang Yado kepada KONTAN, Jumat (8/9) lalu.

Sayangnya, Yado belum mau memberikan jadwal pasti dari revitalisasi kedua terminal tersebut karena masih dalam tahap pengadaan barang (procurement). Yang terang, revitalisasi akan dilakukan setelah Terminal 3 sudah beroperasi secara penuh.

"Masih belum tahu timeline-nya karena masih proses procurement," tambah Yado.

Sekadar informasi, traffic penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama enam bulan pertama 2017 mencapai 29,83 juta penumpang atau naik sekitar 7,4% dibandingkan dengan enam bulan pertama 2016 sebanyak 27,78 juta penumpang.

Menurut Yado, jika Terminal 3 sudah beroperasi secara penuh dan Terminal 1 dan Terminal 2 sudah direvitalisasi, Bandara Internasional Soekarno Hatta mampu menampung hingga 60 juta penumpang dalam setahun.

Seperti diketahui, AP 2 meraih pendapatan sebesar Rp 3,82 triliun pada semester 1 2017, atau tumbuh 28,7% dari periode yang sama tahun lalu dengan raihan pendapatan sebesar Rp 2,97 triliun.

Dari total raihan tersebut, Rp 2,32 triliun didapat dari sektor aeronautika seperti passenger service charge (PSC), biaya pendaratan pesawat, pemakaian garbarata, dan sebagainya memberi kontribusi bagi perseroan. Sementara itu, pendapatan dari sektor non-aeronautika seperti konsesi, sewa ruang komersial, kargo, dan sebagainya berkontribusi sebesar Rp 1,49 triliun.

Adapun pergerakan penumpang domestik dan internasional di 13 bandara yang dikelola oleh perseroan sepanjang paruh pertama ini tercatat sebanyak 49,38 juta penumpang atau naik sekitar 9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 45,29 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×