kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

AP II sebut virus corona tak ganggu trafik penerbangan di Soetta


Senin, 10 Februari 2020 / 20:11 WIB
ILUSTRASI. Wisatawan asal China saat tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Pemberhentian penerbangan dari dan ke China tak mengganggu trafik penerbangan di Bandara Internasional Soekarno Hatta.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. Pemberhentian penerbangan dari dan ke China tak mengganggu trafik penerbangan di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta).

Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menyebutkan secara umum tidak ada pengaruh pada trafik. "Saya bisa pastikan secara umum tidak ada pengaruh," ujarnya di Tangerang, Senin (10/2).

Baca Juga: Virus corona makin mengancam, pemerintah terus pantau dampak ke perekonomian

Walaupun begitu, ia tak menampik dari pemberhentian penerbangan dari dan ke China sejak 5 Februari menyebabkan trafik penumpang mancanegara mengalami penurunan. Adapun penurunannya 1,49%.

Penurunan frekuensi penerbangan internasional tersebut hanya terjadi pada rute-rute China yang ditutup. Perseroan mencatat dalam sepekan, ada sekitar 126 kali take off-landing dari dan menuju China atau 14-16 kali per hari.

Sedangkan, dengan makin tersebarnya wabah corona ke negara-negara lain pihaknya mengaku belum ada pengurangan trafik. "Karena kan tidak ditutup penerbangannya, tetapi nanti lihat lagi regulasinya jika berkembang," lanjutnya.

Baca Juga: Kemenkes pastikan belum ada kasus terinfeksi virus corona di Indonesia, ini alasannya

Awaluddin menambahkan, penurunan 1,49% dari penerbangan internasional terbilang kecil. Hal tersebut lantaran tertutup dengan frekuensi penerbangan domestik yang mana per hari take off-landing mencapai 1.200 kali.




TERBARU

[X]
×