Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. APP Group, entitas usaha Grup Sinar Mas di sektor pulp dan kertas, mengungkap adanya tren peningkatan penjualan buku tulis menjelang tahun ajaran baru sekolah. Meskipun, lajunya dinilai lebih lambat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Produsen dengan merek dagang buku Sinar Dunia (SIDU) ini menyebut permintaan pada periode ini umumnya dapat meningkat hingga 10 kali lipat dari periode normal.
Head of Packaging, Commerce, and Stationery Paper APP Group, Benny Iswandy mengatakan saat ini permintaan buku tulis mulai meningkat menjelang masuk sekolah.
Namun, dia menyebut tahun ini pertumbuhannya diperkirakan belum sekuat periode yang sama tahun lalu.
"Hal ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang masih tertekan tahun ini, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan," ujarnya kepada Kontan, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Industri Pulp dan Kertas Masih Prospektif, Tapi Dibayangi Tekanan Biaya & Geopolitik
Benny melihat, pada periode libur sekolah ini masyarakat masih lebih selektif dalam membelanjakan kebutuhan sekolah, sehingga pertumbuhan permintaan tahun ini cenderung lebih moderat.
Meskipun begitu, periode tahun ajaran baru umumnya tetap menjadi musim yang sangat penting bagi industri buku tulis. Pasalnya, periode ini disebut menyumbang sekitar 80% dari total penjualan buku tulis sepanjang tahun.
Benny menambahkan, perusahaan turut melakukan strategi untuk meningkatkan penjualan buku tulis menjelang tahun ajaran baru.
Baca Juga: APKI Dorong Konsolidasi Industri untuk Perkuat Daya Saing Sektor Pulp dan Kertas
"APP Group menghadirkan berbagai program yang bertujuan mendorong semangat belajar dan literasi melalui kampanye Ayo Menulis Bersama SIDU," ujarnya.
Menurut dia, perusahaan juga melakukan berbagai inisiatif yang memudahkan masyarakat memperoleh produk melalui jaringan ritel dan kanal digital.
Selain untuk mengerek penjualan, Benny bilang pihaknya berharap berbagai inisiatif tersebut bisa membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik dan menumbuhkan budaya literasi.
Baca Juga: Ekspor Aman, Produk Kertas Indonesia Bebas Safeguard di Filipina
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














