kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

APPSI: Pemerintah telat menaikkan harga BBM


Jumat, 21 Juni 2013 / 15:42 WIB
APPSI: Pemerintah telat menaikkan harga BBM


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menilai, pemerintah telah kehilangan momen untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Ngadiran, Sekretariat Jenderal APPSI, mengatakan, seharusnya pemerintah menaikkan harga BBM sejak tahun lalu. "Pemerintah telat menaikkan harga BBM sekarang," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (21/6).

Dia juga bilang, seharusnya kebijakan kenaikan harga BBM mengikuti kebijakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang naik secara bertahap. Ngadiran menilai, kenaikan bertahap tersebut tidak akan terlalu berdampak terhadap pedagang.

Karena telat menaikkan harga BBM, menurut Ngadirin, hal ini menyebabkan melonjaknya harga bahan pangan sejak awal tahun ini.

Menurut Ngadiran, saat ini hampir semua komoditas pangan harganya naik. Kenaikan itu berkisar 5%-50%. Harga bahan pangan yang naik hingga 50% adalah cabai merah keriting, dari sebelumnya Rp 22.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 32.000 per kg.

Celakanya, lanjut Ngadiran, kenaikan harga kebutuhan pokok yang saat ini sudah melambung, bisa melonjak lagi saat memasuki bulan Ramadan pada bulan depan. "Karena permintaan bahan pangan tinggi selama Ramadan. Biasanya ada kenaikan harga 10%," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×