kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.858   92,00   0,52%
  • IDX 6.406   -35,56   -0,55%
  • KOMPAS100 838   -4,20   -0,50%
  • LQ45 636   -4,04   -0,63%
  • ISSI 223   -2,11   -0,94%
  • IDX30 354   -2,59   -0,73%
  • IDXHIDIV20 441   -3,08   -0,69%
  • IDX80 96   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 121   -0,28   -0,23%
  • IDXQ30 114   -1,01   -0,88%

APRIL Group tambah pasokan EBT jadi 15 MW


Rabu, 01 Juni 2016 / 10:33 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. APRIL Group melalui anak perusahaannya, PT Riau Prima Energi (RPE) berencana meningkatkan pasokan energi baru terbarukan (EBT) dari 10 megawatt (MW) menjadi 15 MW untuk memasok kebutuhan PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri)

Presiden Direktur Riau Prima Energi Kusnan Rahmin mengatakan, penambahan pasokan EBT melalui PLN ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.

"Kami juga mengharapkan penambahan pasokan EBT dari pembangkit biomass sebesar 15 MW dapat mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia,” kata Kusnan, Selasa (31/5) kemarin.

Riau Prima Energi merupakan satu-satunya dari 17 pengembang pembangkit listrik swasta yang memanfaatkan pembangkit biomass.

Ia mengatakan, sekitar 87 % energi untuk pembangkit biomass yang dikelola RPE memanfaatkan black liquor dan 13 % bersumber dari batubara dan gas.

"Kami juga telah berinvestasi cukup besar untuk membangun pabrik biofuel methanol untuk mengurangi efek gas rumah kaca,” katanya.

Menurutnya, pemanfaatan black liquor lebih ramah lingkungan. Selain itu, black liquor jauh lebih ekonomis dibandingkan batu bara dan gas serta dapat diperbarui. Black liquor merupakan limbah cair yang mengandung padatan sebesar 70 % hingga 72 % yang didaur ulang dari digester pada proses pembuatan kertas.

“Secara bertahap kami akan meningkatkan pemakaian black liquor serta memanfaatkan limbah lain untuk mengurangi pemakaian bahan baku fosil,” paparnya.

Sebelumnya, Direktur Bisnis Regional Sumatra untuk PLN Amir Rosidin menjelaskan, penandatanganan PPA dan kontrak pembelian excess power dengan Pengembang Pembangkit EBT tersebar di Regional Sumatera dengan total kapasitas 115 MW ini mampu menambah pasokan listrik hingga dua % dari beban puncak yang dialami Sumatra sebesar 5.250 MW.

Amir mengatakan, pengembangan pembangkit listrik ini bisa mulai dikerjakan dalam waktu dua tahun ke depan. Amir juga meminta agar seluruh manajer yang bertugas di setiap sistem kelistrikan di Sumatra ikut mengawasi pembelian listrik oleh PLN kepada swasta agar proses jual beli listrik berlangsung efektif. (Sanusi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×