Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN (Persero) sebagai penyedia listrik melakukan strategi mitigasi di tengah risiko penurunan daya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) akibat El Nino yang tengah terjadi.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Gregorius Adi Trianto mengungkapkan, fenomena El Nino saat ini berpotensi menyebabkan penurunan debit air yang masuk ke waduk, dam, hingga danau PLTA.
Karena itu, PLN disebut telah melakukan langkah mitigasi untuk menjaga ketinggian permukaan air, yakni melalui pengaturan beban pembangkit.
"Untuk menjaga elevasi air tetap aman, PLN melakukan pengaturan beban pembangkit, dengan penurunan pembebanan sekitar 25% sesuai kondisi ketersediaan air," kata Gregorius kepada Kontan, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, risiko dampak penurunan daya PLTA paling besar dirasakan di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, mengingat pasokan listrik di kedua wilayah tersebut cukup dominan berasal dari PLTA.
Baca Juga: Kapasitas PLTA Turun Imbas El Nino, Pengamat Sorot Keunggulan PLTP
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, ia mengungkap PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) setempat, khususnya dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Menurut Gregorius, hal ini dilakukan pihaknya untuk ,endorong terjadinya hujan di wilayah tangkapan dan resapan air yang menjadi sumber PLTA.
Ia menambahkan, PLN juga berupaya untuk terus menambah pasokan listrik dari pembangkit energi terbarukan lainnya.
"Hal ini untuk mengantisipasi berkurangnya produksi listrik dari pembangkit berbasis hydro, sehingga keandalan pasokan listrik tetap terjaga," imbuh Gregorius.
Sebagai informasi, sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui sejumlah daerah mengalami keterbatasan pasokan daya akibat El Nino.
Baca Juga: Debit Air Turun Imbas El Nino, Produksi PLTA Terancam Anjlok
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap operasional fasilitas pembangkit listrik setempat. Untuk menjaga keandalan pasokan energi di wilayah tersebut, ia bilang pemerintah bersama PLN telah menyiapkan penanganan darurat.
"Maka kita sudah mencari solusi, adalah mengganti sementara dengan pembangkit yang lain," tutur Bahlil di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (16/9/2026) lalu.
Dalam kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan kondisi penurunan daya PLTA menjadi momentum untuk mengoptimalkan energi terbarukan lainnya seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Untuk mendorong pengembangan PLTB, Eniya mengatakan Kementerian ESDM telah menerima masukan untuk menyesuaikan harga listrik PLTB dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.
Baca Juga: PLN dan IPP Bersiap Hadapi El Nino, Mitigasi Dampak ke Operasional PLTA - PLTMH
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














