Reporter: Nur Cholis | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA Grup Barito Pacific, salah satu konglomerasi multinasional terkemuka asal Indonesia, terus memperluas ekspansi bisnisnya di kancah regional. Menatap rekam jejak operasional selama 47 tahun di Tanah Air sejak didirikan pada 1979, grup ini secara konsisten menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui kontribusi strategis di sektor industri dasar dan energi ramah lingkungan.
Melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), grup mempelopori pembangunan fondasi industri petrokimia nasional sebagai perusahaan pertama yang mengoperasikan naphtha cracker demi memenuhi kebutuhan bahan baku industri domestik. Di sektor energi terbarukan, PT Barito Renewables Energy Tbk (Barito Renewables) kini mengoperasikan berbagai lapangan panas bumi dengan total kapasitas mencapai 926 MW, menyediakan pasokan listrik bersih bagi jutaan penduduk sekaligus mendukung penuh agenda transisi energi Indonesia.
Ekspansi Regional dengan Kendali Domestik
Sejak beberapa tahun terakhir, Grup Barito Pacific gencar melakukan ekspansi terintegrasi. Di sektor petrokimia, Chandra Asri Group terus menambah kapasitas produksi dan menelurkan berbagai varian produk turunan baru guna menekan ketergantungan pada produk impor. Selaras dengan itu, Barito Renewables aktif meningkatkan kapasitas terpasang energi hijau di seluruh wilayah operasionalnya.
Langkah strategis terkini membawa Grup Barito Pacific merambah ke pasar regional melalui investasi dan akuisisi aset-aset strategis di luar negeri, yang kemudian dicatatkan di Indonesia.
"Ekspansi ini tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan bisnis dan skala usaha, tetapi juga memperkuat basis industri kami di Indonesia sebagai yang mendorong pertumbuhan industri hilir. Melalui kepemilikan aset Aster di Singapura, Chandra Asri Group dapat mendukung ketahanan energi nasional dengan menyuplai produk petroleum vital, seperti bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen untuk kebutuhan berbagai industri dalam negeri,” ujar Rudy Suparman, Wakil Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk
“Ini merupakan strategi untuk mengkonsolidasikan pendapatan di Indonesia yang artinya memastikan bahwa skala usaha, pendapatan, keahlian, akses pasar, dan kapasitas pendanaan yang diperoleh melalui ekspansi regional tetap berada dalam kendali dan masuk ke laporan keuangan kami di sini,” tambah Rudy.
Investasi Berkelanjutan di Indonesia
Investasi masif Grup Barito Pacific di dalam negeri juga terus berjalan dengan berkelanjutan. Saat ini Chandra Asri tengah membangun pabrik chlor-alkali dan ethylene dichloride atau CA-EDC dengan nilai lebih US$ 800 juta. Hingga pertengahan 2026, konstruksinya telah mencapai 72 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Pabrik yang menjadi proyek Strategis Nasional ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku kimia strategis dan memperkuat rantai industri dalam negeri, dengan dukungan investasi dari Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority.
Pada sektor energi terbarukan, Barito Renewables mengoperasikan kapasitas terpasang 1 gigawatt yang terdiri atas panas bumi dan tenaga angin yang berada di beberapa propinsi di Indonesia.
Ekspansi serta peningkatan kapasitas pembangkit panas bumi di Salak, Darajat, dan Wayang Windu diarahkan untuk membawa kapasitas panas bumi grup melampaui 1 gigawatt pada akhir 2026. Barito Pacific juga memiliki pijakan di infrastruktur kelistrikan melalui Jawa 9 dan 10, dua unit pembangkit masing-masing berkapasitas 1.000 megawatt yang dijalankan bersama Indonesia Power.
Total investasi Grup Barito Pacific Lima Tahun Terakhir
Rudy juga menambahkan bahwagrup telah menanamkan belanja modal jumbo sekitar US$5 miliar dalam lima tahun terakhir, dengan sekitar 90 persen dialokasikan di Indonesia. Angka tersebut mencerminkan strategi ekspansi yang tetap menempatkan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan, sembari memanfaatkan aset di luar negeri untuk memperluas pasar, mendiversifikasi sumber pendapatan, dan memperkuat daya saing grup secara keseluruhan.
Model inilah yang menempatkan Barito Pacific sebagai perusahaan Indonesia dengan jangkauan multinasional yang bertumbuh melintasi batas negara, tetapi tetap menjadikan Indonesia sebagai pusat kendali, konsolidasi, investasi, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














