kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

APTI desak pabrik rokok serap tembakau petani


Kamis, 25 Agustus 2016 / 21:23 WIB


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

SEMARANG. Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah mendesak industri rokok bersedia menyerap semua hasil panen tembakau, meskipun kualitasnya menurun akibat cuaca yang ekstrem.

"Kami mengakui kualitas tembakau menurun dan berharap Gubernur Jateng bisa berkomunikasi dengan industri agar tidak terlalu selektif menerima tembakau dari petani lokal, jangan disamakan kondisi normal," kata Ketua APTI Jateng Wisnu Brata di Semarang, Kamis (25/8).

Saat beraudiensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di ruang kerjanya, APTI Jateng juga meminta gubernur segera berkomunikasi dengan pihak industri rokok karena akhir Agustus 2016 sudah memasuki masa panen.

"Jika industri masih memilih tembakau impor, bisa dipastikan petani tembakau lokal bakal menjerit," ujarnya.

Dia mengatakan pemerintah pusat juga diminta mengurangi masuknya tembakau impor yang dinilai merugikan petani lokal, bahkan impor tembakau saat ini sudah mencapai 150 ribu ton atau 55 % dari kebutuhan nasional.

"Pada draf RUU tentang pertembakauan, sudah ada pasal yang mengunci soal penggunaan tembakau impor, jika industri memproduksi rokok dengan komposisi 20 % tembakau impor, cukainya akan dinaikkan menjadi tiga kali lipat," katanya.

Menanggapi beberapa keluhan APTI Jateng tersebut, Ganjar berjanji mempertemukan pihak industri rokok dan petani tembakau pada Selasa (30/8) guna mencari solusi terbaik.

"Saya sependapat jika pemerintah menghentikan impor tembakau agar tembakau dari petani lokal bisa terserap semua sehingga kesejahteraan petani tembakau meningkat," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×