kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Tren Mahjong Kembali Digandrungi, Bisnis Meja Otomatis Ditawarkan Hingga Rp 12 Juta


Jumat, 18 September 2026 / 19:12 WIB
Tren Mahjong Kembali Digandrungi, Bisnis Meja Otomatis Ditawarkan Hingga Rp 12 Juta
ILUSTRASI. Permainan mahjong (Gemini/Ai-Generated)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permainan mahjong mulai kembali menarik perhatian masyarakat, termasuk kalangan anak muda. Kondisi ini ikut mendorong pertumbuhan komunitas serta membuka peluang bisnis dari aktivitas bermain, turnamen hingga penjualan perlengkapan mahjong.

Pembina Tujiro Mahjong Club Sunter, Halim Sugiarto mengatakan, komunitas Tujiro sebenarnya telah berdiri sejak 2023. Tujiro merupakan singkatan dari tubuh, jiwa dan roh.

Menurut Halim, komunitas tersebut kemudian berkembang menjadi komunitas mahjong karena permainan ini telah menjadi bagian dari permainan keluarga selama puluhan tahun. Kini, jumlah anggota Tujiro telah mencapai ratusan orang yang berasal dari jejaring media sosial dan grup WhatsApp.

Baca Juga: Freeport Kembali Operasikan Smelter Gresik, Produksi Tembaga Digenjot

"Mahjong sudah menjadi permainan keluarga sejak 40 tahun lalu. Jadi hampir semua anggota keluarga bisa bermain mahjong dan sekarang adalah saatnya yang tepat untuk kembali mengenalkan mahjong ke masyarakat," ujar Halim kepada Kontan, Minggu (13/9/2026).

Ia menilai mahjong memiliki unsur keahlian, strategi hingga kemampuan membaca karakter yang membuat permainan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan.

Kehadiran pemain muda juga dinilai membawa potensi baru bagi perkembangan komunitas. Selain bermain, mahjong dapat menjadi sarana belajar dan membangun networking karena mempertemukan pemain secara langsung dalam suasana yang santai.

Menurut Halim, interaksi tersebut bahkan berpotensi berkembang menjadi hubungan bisnis di kemudian hari.

Untuk mengakomodasi pertumbuhan pemain, Tujiro membuka rumah mahjong atau parlor sebagai tempat bermain bersama. Aktivitas yang digelar mencakup latihan harian, liga kecil hingga turnamen sebagai wadah mengasah kemampuan dan kompetisi antaranggota.

Halim mengatakan komunitas tidak mengenakan iuran keanggotaan. Namun, pemain dikenakan biaya untuk aktivitas bermain bersama dengan tarif yang relatif terjangkau. Sementara untuk turnamen, peserta dikenakan biaya registrasi.

Baca Juga: Gapmmi Pertahankan Target Pertumbuhan Industri Mamin 6,5% pada 2026

Pertumbuhan komunitas tersebut juga mulai mendorong permintaan terhadap perlengkapan mahjong. Halim menyebut terdapat dua jenis meja yang umum digunakan, yakni meja manual dan meja otomatis.

Untuk meja manual, harganya berada di kisaran Rp 800.000 hingga Rp 1 juta. Sementara meja otomatis atau menggunakan mesin dibanderol sekitar Rp 10 juta hingga Rp 12 juta.

"Untuk minat saat ini peningkatan untuk belajar bermain poin dengan dasar dari Hongkong, Jepang, China dan Indonesia. Ada beberapa member membeli set bahkan meja mahjong, terutama untuk bermain di rumah mereka sendiri," kata Halim. 

Selain meja, anggota juga mulai membeli set mahjong untuk digunakan di rumah. Hal ini menunjukkan perkembangan komunitas tidak hanya meningkatkan aktivitas bermain, tetapi juga menciptakan permintaan terhadap perlengkapan pendukung permainan.

Dengan jumlah anggota yang telah mencapai ratusan orang dan aktivitas bermain yang semakin beragam, mahjong mulai membentuk ekosistem tersendiri, mulai dari komunitas, tempat bermain, turnamen hingga kebutuhan perlengkapan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×