kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Artotel Hotel siap ekspansi ke berbagai kota


Senin, 06 November 2017 / 20:28 WIB


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski jumlah pemainnya makin banyak, cuan bisnis hotel di Tanah Air masih menggiurkan. Salah satu pengelola hotel yakni Artotel Hotel melebarkan sayap bisnis dengan menangani pengelolaan hotel di berbagai daerah.

Setelah membangun Artotel Grup pada tahun 2011, Erastus Radjimin, Chief Executive Offficer (CEO) Artotel Indonesia pun resmi membuka Artotel pertama kali di Surabaya pada tahun 2012. Selang setahun kemudian, dia pun membuka Artotel di Thamrin, Jakarta. Dan kini, sudah ada cabang Artotel di Sanur, Bali.

"Rencananya November tahun ini, kami akan buka Artotel di Yogyakarta kemudian tahun depan, tepatnya bulan September buka Artotel di Semarang dan Juni 2018 buka di Bandung," ujar Erastus kepada awak media, Senin (6/11).

Selain itu, Artotel Group juga berencana membuka Artotel di Haniman Ubud, Bali pada akhir 2017, Artotel Daan Mogot, Jakarta dan Artotel Kota Tua pada tahun 2018, juga Artotel di Lombok tahun 2019.

"Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 480 juta sampai Rp 880 juta per kamar," sebut Eduard Rudolf Pangkerego, COO Artotel kepada KONTAN, Senin (6/11).

Bicara soal pembangunan hotel, Erastus mengaku tidak mudah. Apalagi untuk mencari lahan dengan perijinan yang cepat. Oleh sebab itu, dalam hal mengembangkan sayap bisnis, Erastus memilih lokasi yang tepat dalam mendirikan Artotel.

Di samping itu, dia pun mulai menyasar pasar lain. Salah satu membangun hotel di dalam mall dengan nama Bobotel. Hotel Bobotel pertama akan dibangun pada Januari 2018 di Kelapa Gading.

"Jadi konsepnya harga kamar yang ditawarkan lebih murah, di dalam mall dan tidak ada room service. Karena pengunjung bisa makan di dalam mall dan menyasar lokasi dekat kantor dan pasar menengah," sebut Erastus Radjimin.

Ditambahkan Erastus bahwa lokasi pembangunan Bobotel bisa menggunakan ruang area ruko, dekat parkir, bahkan di area departement store. "Ini solusi untuk mall bahwa ada berbagai sektor bisnis didalamnya yang menguntungkan. Seperti bioskop, pusat perbelanjaan dan hotel," pungkasnya.

Mengenai pembangunan Bobotel pertama di Kelapa Gading, Januari 2018 nanti, Erastus akan menggelontorkan biaya Rp 100 juta per kamar. Nantinya Bobotel akan memiliki 40 kamar tidur dengan harga kamar Rp 280.000-an.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×