kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

AS serang Suriah, ekspor Indonesia bisa terganggu


Selasa, 03 September 2013 / 16:38 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,11% ke 7.270,8 di awal perdagangan hari ini (14/4)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Rencana Amerika Serikat (AS) menginvasi Suriah berpotensi mengganggu ekspor sejumlah negara termasuk Indonesia ke Suriah.

Pasalnya, dengan adanya invasi militer AS ke Suriah, maka proses perdagangan dan ekspor impor akan terhenti sampai negara tersebut normal kembali.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, Indonesia memang tidak akan ikut campur perang di Suriah. Namun, bila AS tetap ngotot menyerang negara yang sedang bergejolak tersebut, maka bisa berpotensi terganggunya ekspor Indonesia. 

"Bisa jadi ekspor kita terganggu, nanti akan kita pelajari lebih lanjut," tutur Gita, di Kantor Wakil Presiden, Selasa (3/9).

Sayangnya, Gita mengaku belum tahu seberapa besar potensi kerugian ekspor Indonesia bila Amerika jadi menyerang Suriah. "Saya tidak tahu seberapa besar persis kerugiannya. Jadi mudah-mudahan tidak terjadi serangan," harapnya.

Catatan saja, selama ini Indonesia mengekspor berbagai komoditas ke Suriah antara lain tekstil, kepala sawit, produk kayu, elektronik dan berbagai produk lainnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×