kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Asin garam semakin terasa


Senin, 24 Juli 2017 / 20:21 WIB


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Mesin - mesin pabrik pengolahan garam berhenti produksi akibat kosongnya bahan baku. Akibatnya tak ada garam yang dihasilkan untuk pasar. Kelangkaan tersebut sebagai dampak dari cuaca yang membuat garam gagal panen.

Semakin langkanya barang membuat harga semakin meningkat.  Bahan baku garam kini menembus Rp 3.200 - Rp 3.500 per kilogram (kg) sementara sebelumnya hanya Rp 500 - Rp 600 per kg.

Sebagai bahan pokok, garam menjadi kebutuhan yang harus dibeli untuk bumbu masakan. Kebutuhan yang tinggi, membuat harga garam konsumsi yang tersedia di garam pun ikut melambung.

Di Pasar Ciputat, harga garam kemasan 150 gram dihargai Rp 2000. Sebelumnya dengan jumlah uang yang sama, pembeli dapat membeli sebanyak tiga buah. Selain itu, jumlah stok pun dibatasi.

Mahalnya harga garam tidak serta merta membuat penjual bebas menjual garam. Di kios milik pak Rahmat di pasar Ciputat hanya terpampang lima kantong garam ukuran 150 gram. "Sekarang dibatasi cuma dapat satu bal, dulu bisa dapat tiga bal," ujar Rahmat.

Belum lagi protes dari pembeli yang sering terlontar kepada penjual. Penjual kerap dianggap menipu karena tingginya harga garam yang biasanya murah. Namun, karena memang dibutuhkan dan di seluruh toko mematok harga yang sama akhirnya pembeli tetap membeli garam.

Indonesia merupakan negara yang didominasi oleh lautan. Sejak 2016 sudah terjadi kelangkaan produksi garam. Namun, kondisi diperparah dengan berhentinya pasokan impor PT Garam.

Sebelumnya Mohammad Hasan, Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) menyatakan saat ini di telah terdapat daerah yang memulai panen garam. "Di Jawa Timur akhir bulan ini akan mulai panen raya," ujar Hasan.

Meski begitu kondisi pasar masih memperlihatkan tingginya harga garam. Pun stok yang terdapat di pasar masih terbatas. Hanya ada satu jenis kemasan yang diperdagangkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×