Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) membukukan peningkatan kinerja keuangan pada semester I-2026, baik dari sisi top line maupun bottom line.
Merujuk laporan keuangan yang baru dirilis di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (1/10/2026), emiten jasa penunjang minyak dan gas (migas) ini meraup pendapatan sebesar Rp18,55 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan pendapatan pada semester I-2025 yang hanya sebesar Rp 97,86 juta.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, ARTI juga membalikkan kinerja bottom line.
Baca Juga: Kadin Dorong RUU Ketenagakerjaan Seimbangkan Perlindungan Pekerja & Penciptaan Kerja
Perusahaan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,15 miliar, berbalik dari rugi Rp 4,22 miliar pada semester I-2025.
Di sisi operasional, ARTI juga mengubah rugi menjadi laba. Perusahaan mencatat laba usaha Rp 568,63 juta pada semester I-2026. Padahal, pada semester I-2025 ARTI masih membukukan rugi usaha Rp 4,36 miliar.
Perbaikan tersebut terjadi meski beban usaha ARTI meningkat. Beban usaha pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp 7,74 miliar, naik dibandingkan Rp 2,08 miliar pada semester I-2025.
Selain dari aktivitas usaha, kinerja ARTI juga ditopang oleh pos pendapatan lain-lain. ARTI mencatat pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp 2,51 miliar pada semester I-2026, jauh meningkat dibandingkan Rp 19,65 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan kinerja tersebut, ARTI berhasil mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 3,03 miliar pada semester I-2026. Level ini berbalik dibandingkan semester I-2025, ketika perusahaan meraup rugi sebelum pajak Rp 4,34 miliar.
Perbaikan kinerja ARTI pun tercermin dalam laba per saham dasar, di mana perusahaan mencatat laba per saham Rp 0,39 pada semester I-2026, dibandingkan posisi rugi Rp 0,55 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Arus Peti Kemas Pelindo Bertambah 1,9 Juta TEUs hingga Agustus 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














