kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.803   46,00   0,26%
  • IDX 6.145   -61,02   -0,98%
  • KOMPAS100 812   -8,84   -1,08%
  • LQ45 624   -7,58   -1,20%
  • ISSI 216   -1,55   -0,71%
  • IDX30 356   -4,57   -1,27%
  • IDXHIDIV20 441   -6,20   -1,39%
  • IDX80 94   -0,87   -0,92%
  • IDXV30 121   -1,85   -1,50%
  • IDXQ30 115   -1,70   -1,45%

Asperindo: kenaikan surat muatan udara berdampak pada kepercayaan klien


Rabu, 13 Februari 2019 / 20:25 WIB


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyoroti bahwa ada satu hal yang harus dipahami pihak maskapai terkait dampak kenaikan surat muatan udara (SMU).

Wakil Ketua Umum Asperindo Budi Paryanto mengatakan, beberapa anggota Asperindo yang juga kerap menggunakan pengiriman lewat udara, banyak berhubungan dengan klien korporasi. Nah, klien korporasi disebut Budi kerap bersifat kontrak.

Karena kontrak itulah, sebut Budi, maka perubahan ongkos operasional yang signifikan bakal mengganggu operasional jasa pengiriman. "Kita kalau ingin merubah nilai kontrak karena kenaikan harga harus memberitahu satu bulan sebelum dinaikkannya tarif pengiriman," katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (13/2).

Kerap terjadi, maskapai kerap menaikkan SMU secara mendadak. Akibatnya, karena sistem perjanjian perusahaan jasa pengiriman dengan kliennya bersifat kontrak, kenaikan cost harus ditanggung oleh jasa pengirim. "Dalam beberapa waktu kita rugi jadinya," ujarnya.

Budi memberikan contoh, salah satu maskapai di beberapa sektor kota menaikkan harga secara mendadak. Katanya, selisih antara ketika memberikan surat pemberitahuan kenaikan tarif sampai diberlakukan hanya satu hari. "Ini ga mungkin lakukan sosialisasi ke customer," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×