kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Asperindo sebut anggotanya kini banyak beralih ke jalur darat


Rabu, 13 Februari 2019 / 19:54 WIB


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyebut kini anggotanya yang kerap melakukan pengiriman reguler banyak mengalihkan rute pengiriman melalui jalur darat.

Wakil Ketua Umum Asperindo Budi Paryanto menjelaskan, bahwa pilihan anggotanya beralih menggunakan jalur darat murni karena pilihan bisnis semata. "Sebab jalur udara costnya sangat tinggi," katanya kepada Kontan.co.id pada Rabu (13/2).

Sebelumnya diketahui kenaikan tarif surat muatan udara (SMU) disebut mencapai 330%. Kenaikan itulah yang kini membebani perusahaan pengiriman pos, ekspres, dan logistik dan memilih jalur darat.

Budi menjelaskan, perbandingannya misalnya untuk rute Jakarta - Surabaya, jika lewat udara maka biayanya sebesar Rp 10.000 sampai Rp 11.000 per kilogram. Sementara lewat jalur darat, biaya pengirimannya hanya Rp 2.000 sampai Rp 2.500 per kilogram.

Khusus untuk pengiriman rute jarak jauh, anggota Asperindo masih menggunakan jalur udara. Selain itu, pengiriman dengan paket tertentu juga masih menggunakan jalur udara. "Tapi pengiriman dengan jalur udara di kami tarifnya ke konsumen sudah naik 20%," ungkap Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×