kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Astra Infra evaluasi berbagai peluang proyek jalan tol


Selasa, 23 Juli 2019 / 19:39 WIB


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. CEO Toll Road Business Group Astra Infra Kris Ade Sudiyono menyatakan pihaknya menyambut baik rencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melanjutkan proyek tol nasional.

Kendati demikian, Astra Infra masih bakal mengevaluasi berbagai peluang itu. “Bagi kami, evaluasi kelayakan proyek tetap akan menjadi kriteria utama dalam menentukan apakah kami akan terlibat atau tidak, selain tingkat risiko yang menyertai,” katanya kepada Kontan.co.id pada Selasa (23/7).

Baca Juga: Meski Astra Infra dan Transindo cabut, pembangunan tol Serpong-Balaraja berlanjut

Sebab, menurut pandangan Kris, proyek-proyek yang akan dikerjakan Kementerian PUPR bersifat proyek prakarsa. Sehingga, tambahanya, mengurangi minat para investor strategis. “Karena pihak pemrakarsa akan memiliki right to match diproses pengadaannya,” tambahnya.

Kementerian PUPR menyiapkan tujuh proyek baru senilai Rp 151 triliun. Tujuh ruas baru itu adalah Samanan – Balaraja 31,9 km, Kamal – Teluknaga – Rajeg 38,6 km, Akses Patimbang 37,7 km, Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap 184 km, Solo – Yogyakarta- New Yogyakarta Airport 91,93 km dan Balikpapan – Penajam Paser Utama 7,35 km.

Baca Juga: Ini alasan Astra Infra keluar dari konsesi jalan tol Serpong - Balaraja

Rencananya Jalan tol tersebut akan didorong untuk didanai dengan menggunakan investasi sektor swasata melalui skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Tol tersebut juga akan dilelang di tahun 2019 ini.

Nah, menurut Krist, model seperti itu lebih cocok bagi investor yang mengkombinasikan tingkat pengembalian investasinya bundling dengan konstruksi dan proyek itu sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×