kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.792.000   16.000   0,90%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) Targetkan Laba Sentuh US$ 13 Juta di 2024


Rabu, 11 Desember 2024 / 19:15 WIB
Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) Targetkan Laba Sentuh US$ 13 Juta di 2024
ILUSTRASI. Fasilitas terminal batubara PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Astrindo Nusantara Infrastruktur hingga tutup tahun ini memilih untuk membidik target konservatif di tengah melemahnya harga batubara global.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) hingga tutup tahun ini memilih untuk membidik target konservatif di tengah melemahnya harga batubara global.

Sekretaris Perusahaan BIPI Kurniawati Budiman menjelaskan, perseroan menargetkan setidaknya pendapatan hingga akhir tahun dapat mencapai dua kali lipat dari hasil kinerja BIPI di Semester I-2024.

"Yakni bisa mencapai pendapatan di angka US$500 juta-an dengan laba di angka US$13 juta-an, semoga bisa tercapai dan bahkan lebih," katanya kepada Kontan, Rabu (11/12).

Sebagai gambaran, pada periode Semester I-2024, BIPI berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$ 275,38 juta atau turun 16,53% year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang senilai US$ 329,94 juta.

Baca Juga: Antisipasi Harga Batubara, Astrindo Nusantara (BIPI) Fokus Jaga Kinerja Semester II

Sedangkan laba bersih BIPI pada semester I-2024 adalah sebesar US$ 7,98 juta atau turun 72% yoy dari sebelumnya US$ 28,5 juta.

Adapun, tahun ini Astrindo Nusantara mengalokasikan dana capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar US$ 61 juta, dan hingga November tahun ini telah terserap sekitar US$13 juta.

"Sampai dengan November 2024, Capex kurang lebih sudah mencapai $13 juta-an, sebagian besar untuk kompensasi lahan," tambah Kurniawati.

Kemudian dari sisi produksi batubara, emiten yang dipimpin oleh Ray Anthony Gerungan ini menargetkan kapasitas produksi hingga akhir tahun sebesar 5,5 juta ton yang berasal dari konsesi Jembayan.

"BIPI targetkan produksi batubara untuk tambang Jembayan Grup di 5,5 juta ton, dimana sumbangan produksi dari Jembayan Grup sampai saat ini sudah mencapi 5,2 juta ton," tutupnya.

Baca Juga: Sentimen Kocok Ulang MSCI Cuma Sementara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×