kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Austindo Targetkan Pertumbuhan 15% Produksi dan Penjualan CPO Tahun Ini


Rabu, 09 Februari 2022 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT).


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

Pemanfaatan pupuk organik ini dikatakan Lucas akan membantu untuk mengendalikan dampak kenaikan harga pupuk non-organik yang akhir-akhir ini meningkat dengan pesat. Selain itu, juga membantu meningkatkan produktivitas tanaman sawit karena nutrisi pupuk organik lebih mudah diserap oleh tanaman.

Untuk menangkap peluang bisnis yang ada di sepanjang 2022, Lucas menjelaskan ANJT akan melanjutkan program-program yang sejalan dengan aspek ESG untuk mendukung strategi pertumbuhan di masa depan, antara lain program penanaman kembali di perkebunan kami di Pulau Belitung dan perkebunan Sumatera Utara 1. 

Kemudian, ANJT melaksanakan pembangunan infrastruktur di perkebunan Papua Barat dan pembangunan pabrik pupuk organik (kompos) di perkebunan Kalimantan Barat mengikuti program yang telah dilaksanakan sebelumnya di Pulau Belitung dan perkebunan Sumatera Utara

 

"Maka dari itu, kami mengnggarkan belanja modal di tahun ini sebesar US$ 49 juta yang bersumber dari dana internal yakni dari hasil operasi dan dana pinjaman bank," ungkapnya. 

Di sisi lain dari peluang bisnis, Manajemen Austindo Nusantara Jaya juga kerap melihat tantangan bagi bisnis perkebunan di tahun ini. Lucas mencermati ada beberapa tantangan termasuk dampak perubahan cuaca yang sangat ekstrim sehingga mengakibatkan gangguan pada rantai pasok sawit dan kebutuhan penunjang produksi. 

"Sejauh ini dampak dari perubahan cuaca pada operasi kami dapat dikendalikan dengan baik melalui penerapan pupuk organik dan fertigasi untuk mengendalikan dampak kemarau panjang, pembangunan system pengelolaan air untuk mencegah dampak banjir, pembangunan infrastruktur pencegah kebakaran dan lainnya," jelasnya. 

Lantas, sehubungan dengan aturan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) yang baru diterbitkan pemerintah pada awal tahun 2022 untuk mengendalikan harga minyak goreng dalam negeri, diakui tidak berdampak signifikan kepada bisnis Austindo Nusantara karena sebagian besar penjualan CPO dilakukan di pasar domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×