Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avia Avian Tbk (AVIA) melanjutkan ekspansi bisnis dengan membangun pabrik ketiga di Cirebon, Jawa Barat. Ekspansi kapasitas produksi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis cat dan bahan bangunan dalam jangka panjang.
Head of Investor Relations PT Avia Avian Tbk Andreas Timothy Hadikrisno mengatakan, belanja modal (capex) ekspansi AVIA pada 2026 terutama diarahkan untuk pembangunan pabrik ketiga tersebut. Hingga semester I-2026, realisasi capex ekspansi mencapai sekitar Rp 112 miliar.
"Pabrik ini akan memperkuat kapasitas produksi perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang Avian Brands," ujar Andreas kepada Kontan, Senin (5/10/2026).
Baca Juga: Persaingan Wearable Semakin Ketat, Huawei Memperkuat Bisnis di Indonesia
Selain pembangunan fasilitas produksi, AVIA terus memperkuat infrastruktur distribusi. Hingga semester I-2026, perusahaan memiliki 151 pusat distribusi milik sendiri dan 32 pusat distribusi pihak ketiga yang melayani lebih dari 60.000 pelanggan di seluruh Indonesia.
Penguatan jaringan tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus menjaga ketersediaan produk dan kualitas layanan pengiriman.
"Ekspansi AVIA akan tetap dilakukan secara terukur melalui penguatan pusat distribusi, perluasan jaringan ritel, inovasi produk, serta berbagai strategi pemasaran dan penjualan," kata Andreas.
Dari sisi produk, AVIA juga melanjutkan pengembangan portofolio. Hingga semester I-2026, perusahaan telah meluncurkan sembilan produk baru di berbagai segmen dan masih akan melanjutkan inovasi produk pada semester II-2026.
Perusahaan juga terus menambah jumlah produk yang memiliki sertifikasi Green Label. Seiring dengan penambahan portofolio tersebut, kontribusi produk Green Label terhadap penjualan AVIA juga terus meningkat.
Ekspansi tersebut dilakukan di tengah kondisi pasar cat dekoratif yang masih menghadapi sejumlah tantangan. Memasuki semester II/2026, permintaan masih dipengaruhi daya beli masyarakat, tingkat suku bunga dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Buka Lebih dari 1.000 Lapangan Kerja di Indonesia hingga 2028
Meski demikian, AVIA menaikkan target pertumbuhan penjualan tahun penuh 2026 menjadi 10%–14% secara nilai rupiah dari target sebelumnya 6%–10%.
Andreas mengatakan, revisi target tersebut mempertimbangkan dua kali kenaikan harga produk yang dilakukan pada April dan Mei 2026 akibat fluktuasi harga minyak mentah yang terdampak perang Iran.
Sementara itu, target pertumbuhan volume penjualan tetap berada pada kisaran 4%–8%.
"Penyesuaian target pertumbuhan penjualan secara nilai tersebut mempertimbangkan dampak kenaikan harga yang telah dilakukan perusahaan pada tahun ini. Namun, kami tetap memperhitungkan kondisi makroekonomi dan daya beli konsumen yang belum sepenuhnya kondusif," ujar Andreas.
Di tengah kondisi tersebut, AVIA tetap optimistis dapat mempertahankan profitabilitas pada tingkat yang sehat dan stabil. Perusahaan ini mengandalkan disiplin harga, optimalisasi pengadaan dan persediaan serta efisiensi operasional.
Untuk mendukung ekspansi, total realisasi capex AVIA hingga semester I/2026 mencapai sekitar Rp 232 miliar. Nilai tersebut terdiri dari capex rutin sekitar Rp 121 miliar dan capex ekspansi sekitar Rp 112 miliar.
Capex rutin dialokasikan untuk mendukung operasional dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan. Penggunaannya antara lain untuk peningkatan fasilitas manufaktur, pengembangan sistem teknologi informasi, pengadaan kendaraan distribusi serta penambahan mesin tinting di toko bahan bangunan.
Baca Juga: Avian (AVIA) Kerek Target Penjualan 2026 Jadi 10%-14%, Siapkan Capex Rp 232 Miliar
Sepanjang 2026, capex rutin diperkirakan berada di kisaran 2%–3% dari total penjualan. Salah satu fokusnya adalah ekspansi mesin tinting yang ditujukan untuk memperkuat penetrasi pasar dan meningkatkan layanan kepada toko bahan bangunan.
Sementara itu, realisasi capex yang telah dikeluarkan hingga semester I/2026 masih sejalan dengan rencana perusahaan. Fokus belanja modal ekspansi saat ini berada pada pembangunan pabrik Cirebon serta penguatan infrastruktur operasional dan distribusi.
Dengan penambahan kapasitas produksi, penguatan jaringan distribusi dan pengembangan portofolio, AVIA melanjutkan ekspansi secara selektif di tengah pasar cat yang masih menghadapi tekanan daya beli dan kondisi makroekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














