Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Châteraisé Indonesia Manufacturing, merek toko kue asal Jepang, resmi memulai pembangunan pabrik keduanya di Indonesia.
Proyek ini ditandai dengan seremoni groundbreaking yang digelar pada Senin, 13 April 2026, di Kawasan Industri Deltamas, Bekasi.
Châteraisé pertama kali masuk ke Indonesia pada 2017 melalui kerja sama dengan Gobel Group.
Setelah mengoperasikan pabrik pertamanya pada 2022, perusahaan kini memperluas kapasitas produksi untuk menjawab permintaan pasar yang terus tumbuh.
Baca Juga: Komitmen Investasi Rp 574 Triliun dari Jepang-Korsel Jangan Hanya Sebatas MoU
CEO Châteraisé Holdings Co., Ltd Jepang, Takako Saito, menyebut pembangunan pabrik kedua ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia.
Ia menekankan pendekatan farm to factory yang menghubungkan sektor pertanian lokal dengan industri manufaktur modern.
“Pembangunan pabrik kedua ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami di Indonesia,” ujar Takako dalam acara tersebut.
Ia menjelaskan, pabrik baru ini akan meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan, termasuk produk unggulan seperti custard puff yang ditargetkan naik hingga 10 kali lipat dibandingkan fasilitas sebelumnya.
Peningkatan ini dilakukan untuk merespons lonjakan permintaan di pasar Indonesia.
Baca Juga: Dua Investor China Bangun Pabrik Kelapa di Indonesia, Bisa Serap 5.000 Tenaga Kerja
Total investasi pembangunan pabrik ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,4 triliun.
Selain memperbesar kapasitas, fasilitas ini juga dirancang untuk memperkuat penggunaan bahan baku lokal agar menciptakan rantai nilai yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir.
Takako menambahkan, pihak Jepang akan berfokus pada transfer teknologi produksi agar proses yang sebelumnya masih manual dapat diproduksi secara massal. Sementara itu, Indonesia berperan dalam penyediaan bahan baku yang beragam dan kaya.
Di sisi lain, Chairman Gobel Group, Rachmat Gobel, mengatakan ekspansi ini tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga ekspor ke kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. Pabrik baru ini juga disiapkan sebagai fasilitas dengan standar halal.
“Dengan pabrik ini kita akan juga ekspor, dan pabrik ini adalah pabrik dengan standar halal pertama dari Châteraisé,” ujarnya.
Baca Juga: Ekonom Sebut Target Investasi Rp 13.032 T hingga 2029 Dinilai Agresif, Ini Syaratnya
Meski demikian, ia belum merinci porsi ekspor yang ditargetkan. Saat ini, Châteraisé Indonesia telah mengoperasikan 60 gerai di berbagai wilayah dan menargetkan penambahan sekitar 20 gerai baru setiap tahun untuk memperluas jangkauan pasar di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











