kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Avtur Diprediksi Naik Usai Lebaran, Risiko Tekan Kinerja Maskapai


Rabu, 25 Maret 2026 / 15:30 WIB
Avtur Diprediksi Naik Usai Lebaran, Risiko Tekan Kinerja Maskapai
ILUSTRASI. Konsumsi Avtur untuk penerbangan di Jatimbalinus (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Potensi kenaikan harga avtur pascaLebaran diperkirakan kembali menekan kinerja industri penerbangan nasional. Ketidakpastian harga energi global, terutama dipicu dinamika geopolitik di Timur Tengah, menjadi faktor utama yang mendorong volatilitas biaya operasional maskapai.

Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menilai, maskapai perlu meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat efisiensi operasional yang adaptif dan berkelanjutan. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut belum cukup tanpa dukungan kebijakan dari regulator.

Menurut Gatot, industri penerbangan saat ini masih berada dalam fase rentan, mengingat sebagian maskapai masih mencatatkan tekanan kinerja keuangan sepanjang 2025. Kondisi ini berpotensi memicu efek domino jika lonjakan biaya, khususnya avtur, tidak diantisipasi secara menyeluruh.

Baca Juga: Target Stop Impor Avtur Perlu Dibarengi Kepastian Harga untuk Industri Penerbangan

“Efisiensi operasional memang menjadi keharusan, namun dukungan regulator juga sangat krusial agar industri tetap memiliki ruang untuk bertahan dan tumbuh. Tanpa itu, risiko tekanan lanjutan terhadap kinerja maskapai akan semakin besar,” ujar Gatot dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

Ia juga mengingatkan agar maskapai tidak terlena dengan penyesuaian harga avtur domestik selama periode Lebaran. Mulai 1 April 2026, harga bahan bakar diproyeksikan kembali meningkat seiring tren global.

Baca Juga: Impor Bensin, Solar dan Avtur Akan Dihentikan Tahun 2027

Lebih lanjut, Gatot menilai diperlukan sinergi antara pelaku industri dan regulator untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis maskapai dan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.

Tanpa langkah antisipatif yang terkoordinasi, kenaikan harga avtur dikhawatirkan tidak hanya menekan profitabilitas maskapai, tetapi juga berdampak lebih luas terhadap stabilitas industri penerbangan nasional.

Baca Juga: Kementerian ESDM Targetkan Stop Impor Avtur Mulai 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×