kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kementerian ESDM Targetkan Stop Impor Avtur Mulai 2027


Selasa, 13 Januari 2026 / 21:41 WIB
Kementerian ESDM Targetkan Stop Impor Avtur Mulai 2027
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap bahwa Indonesia akan berhenti melakukan impor avtur atau bahan bakar pesawat terbang mulai 2027 mendatang. (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BALIKPAPAN. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap bahwa Indonesia akan berhenti melakukan impor avtur atau bahan bakar pesawat terbang mulai 2027 mendatang.

Target ini menurut Bahlil didukung dengan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) tahun ini.

Dalam laporannya kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, Bahlil menyebut, avtur menjadi komoditas selanjutnya yang akan dihentikan impor, setelah solar yang akan mulai dihentikan impornya tahun ini.

Baca Juga: Bahlil Setop Izin Impor Solar, Ini Dampaknya Bagi Bisnis SPBU Swasta

"Termasuk avtur Bapak Presiden. Jadi avtur juga 2027 insya Allah tidak lagi kita melakukan impor. Ke depan kita akan dorong atas perintah Bapak Presiden kita hanya mengimpor crude-nya saja," kata Bahlil dalam acara peresmian RDMP Balikpapan, di Kalimantan Timur, dikutip Selasa (13/1/2026).

Untuk diketahui, RDMP Balikpapan memiliki fasilitas utama, yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC).

Dengan CDU yang menjadi jantung dari kilang Balikpapan, kapasitas kilang yang semula 260 ribu barel, kini dapat ditingkatkan menjadi 360 ribu barel minyak per hari. Sementara itu, unit RFCC menjadi pengolah minyak mentah yang mampu mengubah residu menjadi produk yang bernilai tinggi.

“Yang (RDMP) sekarang kualitasnya sangat bagus sekali, sudah menuju setara dengan Euro 5, dan ini menuju kepada net zero emission,” tegas Bahlil.

Proyek ini juga telah terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa Lawe-Lawe yang total kapasitasnya mencapai 2 juta barel, serta Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter yang bisa melayani distribusi BBM untuk Indonesia bagian timur.

Baca Juga: Impor Solar Dihentikan, Menteri Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Beli dari Pertamina

Sebelumnya dalam catatan Kontan, Bahlil berencana mengonversi perkiraan surplus solar tahun depan menjadi bahan bakar industri penerbangan atau avtur.

Menurut dia, Indonesia bakal mengalami surplus solar sekitar 4 juta ton mulai paruh kedua 2026.

“Jumlah solar yang surplus kurang lebih sekitar 4 juta ton itu kita akan konversi untuk membuat produksi avtur,” kata Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto saat sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×