kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Axis raih pendanaan US$1,2 miliar untuk ekspansi mobile broadband


Jumat, 27 Mei 2011 / 11:53 WIB
ILUSTRASI. Seorang penerima memperlihatkan sertifikat tanah wakaf masjid, mushola, dan pasantren yang diserahkan Presiden Joko Widodo seusai melaksanakan ibadah Jumat di Banda Aceh, Aceh, Jumat (14/12/2018). Pemerintah telah membagikan lima juta sertifikat tanah ter


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

DUBAI. Guna membiayai ekspansi mobile broadband dan meningkatkan layanan telekomunikasinya, operator telekomunikasi Axis, anak usaha Saudi Telecom Company di Indonesia ini menandatangani perjanjian pendanaan US$ 1,2 miliar dengan jangka waktu 7,5 tahun.

Perjanjian pembiayaan ini mencakup tiga fasilitas, yakni perjanjian perdagangan Murabaha senilai US$ 450 juta dari melalui Deutche Bank dan HSBC. Kemudian perjanjian pembelian perangkat senilai US$ 400 juta dari Huawei dan dengan Ericsson sebesar US$ 350 juta yang juga berupa pembelian perangkat.

"Pembiayaan ini akan mendanai ekspansi Axis untuk pertumbuhan strategis lima tahun ke depan. Harapannya akan memberi pendapatan finansial yang lebih besar bagi grup dan perusahaan," ujar Ameen A Shiddi Chief Financial Officer Saudi Telecom Company dalam siaran pers yang diterima Kontan hari ini, (27/5).

Erik Ass CEO Axis menambahkan, industri telekomunikasi Indonesia tumbuh cepat dan dinamis, terutama di penggunaan mobile broadband. "Dengan pendanaan ini kami mempersiapkan diri untuk meningkatkan pangsa pasar kami," ujar Erik. Saat ini Axis mengklaim telah memiliki 11 juta pelanggan di 400 kota dan memiliki 120 outlet di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×