kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bahan baku obat dari China terkendala, Indofarma (INAF) atur strategi


Rabu, 12 Februari 2020 / 20:30 WIB
Bahan baku obat dari China terkendala, Indofarma (INAF) atur strategi
ILUSTRASI. Penjualan Indofarma tumbuh. Suasana di pabrik farmasi PT Indofarma Tbk (INAF) di Cibitung, Jawa Barat (10/4). GP Farmasi menyatakan beberapa harga bahan baku obat ada yang sudah naik 50%-100%. KONTAN/Muradi/10/04/2012

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terhambatnya pasokan bahan baku obat (BBO) dari China ke Indonesia tentu membuat emiten farmasi dalam negeri harus mengatur strategi yang tepat untuk membeli bahan baku. 

Pasalnya, Gabungan Perusahaan Farmasi (GP Farmasi) sebelum ini menyatakan beberapa harga bahan baku obat ada yang sudah naik 50%-100%, padahal di awal tahun masih normal. 

Baca Juga: Kemenperin: Impor TPT China melambat, bisa jadi peluang tekstil dalam negeri bangkit

Direktur Keuangan Indofarma Herry Triyatno menjelaskan kenaikan harga bahan baku ada indikasi kenaikan harga sehingga kami masih wait and see. 

"Wait and see yang dimaksud adalah menentukan strategi pembelian bahan baku sebab banyak pertimbangan termasuk koordinasi dengan sister company ataupun BPOM," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (12/2). 

Meski demikian, Herry menyatakan sejauh ini Indofarma belum ada dampak ke bahan baku obat karena stock masih cukup sampai tiga bulan ke depan sehingga masih aman. 

Baca Juga: Erick Thohir ungkap kekhawatiran soal ekonomi akibat virus corona

Namun, jika ke depannya  pasokan dari China terkendali,  perusahaan akan mengupayakan sumber bahan baku dari negara lain seperti India.

Herry menyatakan biasanya harga bahan baku obat dari India akan sedikit lebih mahal sehingga sejauh ini perusahaan masih mengatur strategi yang paling tepat. 




TERBARU

Close [X]
×