kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Bahlil Klaim Stok Batubara PLTU Masih Aman Rata-rata 14 Hari


Jumat, 13 Maret 2026 / 18:56 WIB
Bahlil Klaim Stok Batubara PLTU Masih Aman Rata-rata 14 Hari
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan pasokan batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) nasional masih dalam batas aman.

Bahlil menegaskan stok batubara di pembangkit milik PT PLN maupun independent power producer (IPP) rata-rata berada di level 14 hari.

Menurut Bahlil, level tersebut masih sesuai dengan standar minimal cadangan operasional nasional. Pemerintah juga memperketat kebijakan domestic market obligation (DMO) untuk menjamin pasokan batubara untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya sektor kelistrikan.

Baca Juga: Momentum Mudik Lebaran, AirAsia (CMPP) Beri Diskon Tiket dan Tambahan Penerbangan

“Sekarang perusahaan-perusahaan batubara yang sudah memberikan RKAB kami mewajibkan untuk DMO. Kalau kebutuhan nasional tidak tercukupi, maka tidak kita keluarkan izin ekspor,” ujar Bahlil saat melaporkan kondisi energi nasional kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Lebih lanjut, pemerintah tengah menyiapkan keputusan menteri yang menegaskan seluruh produksi batubara harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik sebelum dapat diekspor.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga ketahanan energi nasional, terutama dalam memastikan pasokan bahan bakar pembangkit listrik tetap stabil.

Bahlil menekankan, sumber daya batubara pada dasarnya merupakan milik negara yang pengelolaannya diberikan kepada pelaku usaha melalui skema perizinan. Karena itu, orientasi utama pengelolaan batubara harus diarahkan untuk kepentingan nasional, termasuk menjaga keandalan pasokan listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×