kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Bahlil Pastikan Harga Elpiji 3 Kg Tetap, Stok Aman di Atas Minimum


Senin, 20 April 2026 / 16:32 WIB
Bahlil Pastikan Harga Elpiji 3 Kg Tetap, Stok Aman di Atas Minimum
ILUSTRASI. Menteri ESDM pastikan harga elpiji 3 kg subsidi tidak naik meski harga energi global melonjak (DOK/diki mardiansyah )


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga elpiji 3 kilogram (kg) atau elpiji subsidi tidak mengalami kenaikan, meski di tengah lonjakan harga energi global saat ini.

Selain itu, dia memastikan pasokan elpiji 3 kg terjaga sesuai dengan standar minimum nasional.

"Khusus untuk elpiji yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional, dan harganya tidak ada kenaikan. Flat," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Ia menuturkan, pemerintah sejatinya hanya bisa mengatur harga energi subsidi. Seperti pada bahan bakar minyak (BBM), pemerintah menetapkan harga Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan.

Baca Juga: Pengguna Commuter Line Capai 24,4 Juta Orang Selama Lebaran 2026

Berbeda dengan produk energi nonsubsidi, Bahlil menyatakan, pemerintah tidak mengaturnya secara langsung sehingga harganya mengikuti pasar.

Kondisi ini pula yang membuat harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan, begitu pun dengan elpiji nonsubsidi seperti Bright Gas ukuran 12 kg dan 5,5 kg.

"Saya katakan bahwa yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya tidak naik itu adalah yang bersubsidi. Sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai oleh industri, restoran, hotel. Jadi itu memang tidak kita atur harganya, menyesuaikan dengan harga pasar," jelas Bahlil.

Ia menyatakan, pemerintah tidak pernah menaikkan harga elpiji 3 kg sejak 2007. Maka dari itu, jika terjadi kenaikan harga pada elpiji tabung melon tersebut dikarenakan permainan pasar.

"Elpiji 3 kg itu sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah, yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan," ucap dia.

Baca Juga: Era Insentif Pajak Berakhir, Penjualan Kendaraan Listrik Terancam Melambat

Menurutnya, pemerintah pun sedang berupaya untuk melakukan penataan pada distribusi elpiji subsidi agar lebih tepat sasaran dan tidak terjadi lonjakan harga di tingkat konsumen.

Dia menyebut, pada Februari 2025 lalu, upaya perbaikan distribusi sudah sempat dilakukan, namun yang terjadi kepanikan dan elpiji subsidi mendadak langka di pasaran.

Alhasil, saat itu pemerintah mengajak pengecer untuk mendaftarkan diri sebagai subpangkalan resmi pertamina.

"Waktu itu saya mau tata untuk betul-betul yang subsidi adalah yang menerima yang berhak. Dengan harga yang betul-betul sudah ditetapkan," kata dia.

Di sisi lain, Bahlil juga memastikan pasokan elpiji 3 kg dalam kondisi aman saat ini, bahkan berada di atas batas minimum nasional.

"Kalau dibilang langka, saya pikir laporan dari kami, standar minimum di atas 10 hari, jadi di atas standar minimum nasional," pungkas Bahlil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×