Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus berupaya menekan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) melalui pengembangan bahan bakar nabati.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memproyeksikan implementasi pencampuran bioetanol 20% ke dalam bensin (E20) mampu menghemat konsumsi bensin dalam volume yang cukup signifikan di dalam negeri.
Bahlil menjelaskan bahwa formula pengembangan bioetanol ini pada dasarnya mengadopsi kesuksesan dari hilirisasi biodiesel berbasis kelapa sawit yang sudah berjalan sebelumnya.
Baca Juga: Bpfilters Luncurkan Filter Solar Khusus B50 untuk Mesin Diesel dan Alat Berat
"E20 ini sebenarnya saya mencontoh, prototipe, daripada B40. Dari B10 menuju B40 itu dari sawit. Kalau E, ini adalah bensinnya dari etanol," katanya dalam acara Energy Forum di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Bahlil menuturkan, pasokan bahan baku hilirisasi bensin berbasis komoditas pertanian ini sejatinya sangat melimpah dan bisa dioptimalkan secara lokal.
"Etanol itu bahan bakunya dari singkong, tebu, jagung. Kalau kita sukses untuk menuju B50, kenapa tidak kita memulai dari ini? Ini untuk mengurangi impor," tuturnya.
Bahlil mengungkapkan, apabila program bauran energi ini sukses diimplementasikan secara massal, dampak positifnya akan langsung dirasakan pada neraca perdagangan nasional sekaligus sektor riil.
Baca Juga: Menakar Peluang dan Tantangan Kejar Target Pemerintah Stop Impor Solar pada 2026
"Kalau kita bikin E20, berarti kita bisa menghemat 4 juta kiloliter per tahun," ungkapnya.
Dia meyakini, proyeksi dari ekosistem ini mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja di sektor agroindustri secara luas hingga kemandirian energi.
Selain itu, lanjut Bahlil, langkah akselerasi ini juga menjadi bukti komitmen Indonesia dalam mengombinasikan sumber energi fosil dengan nabati demi menekan emisi karbon global.
"Jadi baik sumber nabati maupun fosil. Dan ini juga untuk menunjukkan pada green energy dalam rangka mencapai net zero emisi pada tahun 2060," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














