kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

DEWA Kantongi Kontrak SSC Rp 22 Triliun, Dorong Pertumbuhan Jasa Tambang 2026


Senin, 10 Agustus 2026 / 05:30 WIB
DEWA Kantongi Kontrak SSC Rp 22 Triliun, Dorong Pertumbuhan Jasa Tambang 2026
ILUSTRASI. DEWA mulai menggarap kontrak Sebuku Sejaka Coal senilai Rp 22 triliun pada Agustus 2026 untuk mendorong volume dan pendapatan jasa tambang.(Dok/DEWA)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memperkuat bisnis jasa pertambangan dengan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,4 triliun pada 2026.

Hingga semester I-2026, perseroan telah merealisasikan Rp 1,5 triliun atau 62,5% dari total anggaran tersebut.

Direktur Darma Henwa Ricardo Silaen mengatakan, sebagian besar capex digunakan untuk mendukung kegiatan operasional di proyek PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.

Kedua perusahaan tambang batubara yang terafiliasi dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tersebut selama ini menjadi pelanggan utama DEWA.

Baca Juga: Laba Bersih Darma Henwa (DEWA) Naik 89% Jadi Rp 354,28 Miliar pada Semester I-2026

Dana capex terutama diarahkan untuk menambah kapasitas alat berat, pembelian suku cadang dan ban, serta pengembangan teknologi informasi dan digitalisasi tambang.

Pada semester II-2026, DEWA mulai mengalokasikan belanja modal untuk mendukung kontrak baru dari PT Sebuku Sejaka Coal (SSC).

"Kontrak Sebuku akan didukung capex tambahan secara bertahap dengan opsi pembiayaan, termasuk vendor financing," kata Ricardo kepada KONTAN, Minggu (9/8/2026).

Proyek SSC mulai beroperasi pada Agustus 2026. Tambang batubara tersebut berlokasi di Pulau Laut, Kalimantan Selatan, dengan kapasitas produksi hingga 5 juta ton batubara dan waste removal mencapai 55 juta bank cubic metre (bcm), bergantung pada RKAB.

Baca Juga: Intip Strategi Ekspansi Darma Henwa (DEWA), Siapkan Capex Rp 2,4 Triliun Tahun Ini

Volume waste removal dari proyek tersebut setara sekitar 40% dari total volume waste removal DEWA pada 2025. Dengan skala tersebut, kontrak SSC menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi volume operasional DEWA.

Nilai kontrak SSC diperkirakan mencapai Rp 22 triliun. Manajemen menilai kontrak tersebut dapat memperbesar volume pekerjaan sekaligus menopang pertumbuhan pendapatan perseroan dalam jangka panjang.

Selain mengandalkan proyek KPC, Arutmin, dan SSC, DEWA juga membidik kontrak jasa pertambangan baru. Perseroan tengah menjajaki sejumlah peluang kontrak, terutama yang memiliki tenor jangka panjang untuk menjaga kesinambungan volume pekerjaan dan pendapatan.

 

"Saat ini perusahaan sedang berupaya mendapatkan kontrak baru yang sifatnya jangka panjang," ujar Ricardo.

Di sisi lain, DEWA membentuk tiga anak usaha baru pada 17 Juli 2026, yakni PT DH Listrik, PT DH Infrastruktur, dan PT DH Arunika Hospitality. Ketiga entitas tersebut dibentuk untuk memperkuat fungsi pendukung operasional perseroan.

Baca Juga: WIKA Beton (WTON) Targetkan Kontrak Baru Rp 5 Triliun, Optimalkan Pabrik Eksisting

PT DH Listrik akan menangani bidang kelistrikan, PT DH Infrastruktur bergerak pada infrastruktur dan logistik, sedangkan PT DH Arunika Hospitality mendukung kebutuhan hospitality di lokasi operasional tambang.

Pembentukan anak usaha tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya, kualitas layanan, serta sinergi antarproyek. Manajemen menegaskan langkah ini masih berkaitan dengan penguatan bisnis inti jasa pertambangan, bukan ekspansi ke sektor usaha di luar bisnis utama DEWA.

Strategi ekspansi kontrak dan penguatan kapasitas operasional tersebut mulai tercermin pada kinerja semester I-2026. DEWA membukukan laba bersih Rp 354,28 miliar, melonjak 89% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang kenaikan pendapatan 3,22% secara tahunan menjadi Rp 3,20 triliun pada semester I-2026.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Catat Nilai Kontrak Baru Rp 5 Triliun per April 2026

Dengan masuknya proyek SSC dan peluang kontrak baru, DEWA berharap pertumbuhan volume pekerjaan dapat berlanjut pada paruh kedua 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×