kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45760,32   20,32   2.75%
  • EMAS1.009.000 0,70%
  • RD.SAHAM -1.08%
  • RD.CAMPURAN -0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Balada Gojek: PHK karyawan, kepemilikan Nadiem Makarim dan kedatangan pemodal asing


Rabu, 24 Juni 2020 / 10:21 WIB
Balada Gojek: PHK karyawan, kepemilikan Nadiem Makarim dan kedatangan pemodal asing
ILUSTRASI. Petugas menyemprotkan disinfektan ke helm penumpang yang menggunakan jasa ojek online di Jakarta, Senin (08/06). Gojek telah mengonfirmasi PHK 430 karyawannya. KONTAN/Fransiskus Simbolon

Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kedatangan investor baru ke Gojek tak mampu menahan penurunan bisnis decacorn super app tersebut. Kabar teranyar, Gojek melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagian karyawannya.

Dalam penjelasan resmi yang diterima Kontan.co.id, Selasa (23/6), manajemen Gojek membenarkan terjadi PHK terhadap 430 karyawan atau 9% dari total karyawan Gojek.
Hal itu lantaran Gojek terpaksa menutup bisnis Go Life. Layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi, akan dihentikan.

Baca Juga: Ada PHK di Gojek, begini awal ceritanya....

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, sejak akhir tahun lalu hingga Mei tahun ini, sebanyak tujuh investor menginjeksi modal PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, badan hukum Gojek, dengan membeli saham Seri P.

Mengacu data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM, per 23 April 2020 setidaknya ada 107 entitas yang menguasai saham Gojek.

Para pemodal itu antara lain Google Asia Pacific, Hera Capital, KKR Go Investments, Sequoia Capital, Tencent Mobility Limited, Mitsubishi Corporation, Rakuten Capital, PT Astra International Tbk hingga Grup Blue Bird.

Baca Juga: Rumor itu nyata, Gojek PHK 430 karyawan, begini rincian pesangonnya

Selain pemodal institusi, investor perorangan juga menguasai Gojek. Dari 21 nama investor perorangan, nama salah satu pendiri Gojek, Nadiem Anwar Makarim, masih tercatat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu memiliki empat seri saham (Seri E, I, N, O) dengan nilai nominal Rp 90,84 juta. Porsi kepemilikan ini setara 0,01% dari total modal ditempatkan dan disetor.

Pendiri Gojek lainnya, yakni Kevin Aluwi memiliki saham dengan nilai nominal yang lebih kecil dibandingkan Nadiem, yakni Rp 10,25 juta. Pemegang saham individu berikutnya adalah Andre Sulistyo, yang juga menjabat Direktur Utama Gojek. Saat ini Andre memiliki dua seri saham (Seri A dan Seri N) dengan nilai nominal Rp 167,85 juta (0,02%).

Baca Juga: Rumor hangat: Gojek akan PHK karyawan

Nadiem mundur dari kepengurusan Gojek, baca di halaman berikutnya>>

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×