kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Balada Gojek: PHK karyawan, kepemilikan Nadiem Makarim dan kedatangan pemodal asing


Rabu, 24 Juni 2020 / 10:21 WIB
ILUSTRASI. Petugas menyemprotkan disinfektan ke helm penumpang yang menggunakan jasa ojek online di Jakarta, Senin (08/06). Gojek telah mengonfirmasi PHK 430 karyawannya. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Sandy Baskoro

Meski didukung investor asing bermodal gede, toh Gojek tak mampu melawan perkembangan bisnis yang bergerak begitu dinamis. Apalagi, saat ini dunia sedang dilanda wabah corona.

Keputusan pahit itu sudah diketuk. Gojek menyatakan melakukan PHK terhadap 430 karyawannya.

Baca Juga: Indonesian ride-hailing firm Gojek cuts 9% of headcount

Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi atas situasi makro ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat yang menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak.

Kedua bisnis Gojek, yakni GoLife dan GoFood Festival membutuhkan interaksi jarak dekat, dan mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan pandemi corona. Aplikasi GoLife dapat digunakan hingga 27 Juli 2020.  

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya kami harus mengambil keputusan sulit untuk kita dapat mengimplementasikan hal ini," kata Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi, Selasa (23/6).

Baca Juga: Menyusul Gojek, giliran GoPlay mendapat pendanaan, ini dia investornya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×