kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.997.000   -24.000   -0,79%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

GAIKINDO: Lonjakan Harga Minyak Bisa Dorong Penjualan Kendaraan Listrik


Sabtu, 14 Maret 2026 / 14:25 WIB
GAIKINDO: Lonjakan Harga Minyak Bisa Dorong Penjualan Kendaraan Listrik
ILUSTRASI. Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penjualan kendaraan listrik di proyeksikan meningkat di tengah konflik geopolitik Timur Tengah (Timteng) yang menyebabkan harga minyak global melonjak tinggi.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Jongkie D. Sugiarto mengatakan bahwa minat pembelian kendaraan listrik akan tetap ada di tengah meroketnya harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, masyarakat Indonesia akan lebih memilih kendaraan listrik dengan Battery Electric Vehicle atau BEV yang lebih terjangkau harganya. 

Baca Juga: Strategi Generasi Kedua Unifam Memacu Inovasi Produk dan Ekspansi Global

"Minat tetap ada, dan yang dipilih tentunya BEV dengan harga terjangkau," ujar Jongkie saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).

Jongkie menjelaskan bahwa peningkatan penjualan kendaraan listrik belum bisa dipastikan akan terjadi signifikan. Namun dia memastikan akan ada peningkatan saat harga minyak global melonjak tinggi.

"Signifikan sih mungkin tidak, tapi pasti ada peningkatan," kata Jongkie.

Peningkatan penjualan tahun 2026 juga belum bisa diprediksi. Jongkie menyebut, para Agen Pemegang Merk (APM) kendaraan listrik memiliki strategi khusus dalam melakukan penjualan agar terus meningkat.

"Kenaikan harga BEV berbeda-beda, masing-masing APM menentukan strategi penjualannya sendiri," ungkapnya.

Konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran masih panas sampai saat ini. Bahkan mereka sudah saling serang pangkalan minyak mentah.

Selat Hormuz yang menjadi jalur utama para negara ekspor minyak pun ditutup. Konflik timteng ini saling serang kapal pengangkut minyak yang melintas di Selat Hormuz. 

Baca Juga: Pabrik di Cikarang Jadi Basis Produksi, Daikin Perkuat Hubungan dengan Komunitas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×