Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding industri pertambangan, MIND ID memastikan kerjasama mereka dengan perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) LG Energy Solution (LG) untuk mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) batal dilakukan.
Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno juga telah memastikan pembatalan tersebut, meski keduanya telah melakukan Head of Agreements (HoA) atau Kesepakatan Pokok proyek investasi sejak 2021 lalu.
"Yang (kerja) sama LG kan batal. Batal kok," kata dia saat ditemui dalam acara diskusi dengan wartawan di kawasan Jakarta, Kamis (17/04).
Meski batal, Dilo bilang pihaknya akan menawarkan proyek ini kepada Amerika Serikat (AS), sebagai salah satu proyek dengan daya tawar di tengah menekan surplus neraca perdagangan Indonesia dengan negara tersebut.
Baca Juga: Umur Tambang Tersisa 4 Tahun, Ini Rencana Strategis Terbaru MIND ID
"Salah satu yang jadi bargaining position-nya kita. Kita akan tawarkan juga sama orang Amerika. Karena kita ada surplus transaksi perdagangan kan, itu kita tawarin," ungkapnya.
Sayangnya, Dilo tidak memberikan informasi detail terhadap batalnya proyek yang diprediksi pada tahap pertama dapat memproduksi baterai mencapai 10 gigawatt hour (GWh) itu.
Dalam catatan Kontan, proyek eksositem baterai yang terkenal sebagai project OMEGA ini tadinya akan digarap oleh PT Indonesia Battery Corporation (IBC), yang merupakan usaha patungan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).
Bersama dengan konsorsium LG yang terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO dan Huayou Holding.
Keputusan pembatalan ini turut menegaskan pernyataan dari Toto Nugroho, Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) yang disampaikan dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Senin (17/2).
Toto menyebut pihaknya masih kesulitan melakukan eksekusi terhadap proyek, karena belum dapat mengakuisisi 5% saham dari pabrik baterai kendaraan listrik tersebut.
"Kendala utama dari LG, dokumen-dokumen yang kita perlukan tidak diberikan secara utuh, sehingga tidak bisa masuk 5% di OMEGA ini," katanya.
Baca Juga: MIND ID Perhitungkan Dampak dari Mandat Hilirisasi Batubara jadi DME
Selanjutnya: Hadapi Tarif Trump, Toyota Pertimbangkan Tambah Lini Produksi RAV4di AS
Menarik Dibaca: Petir Tanpa Hujan Terjadi di Daerah Ini, Cek Ramalan Cuaca Besok (19/4) di Jawa Timur
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News