kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.204   46,00   0,27%
  • IDX 7.637   15,50   0,20%
  • KOMPAS100 1.056   3,79   0,36%
  • LQ45 759   1,39   0,18%
  • ISSI 277   0,91   0,33%
  • IDX30 404   0,85   0,21%
  • IDXHIDIV20 491   2,42   0,50%
  • IDX80 118   0,40   0,34%
  • IDXV30 140   1,19   0,86%
  • IDXQ30 129   0,39   0,30%

Bebas Pergi Wisata Tanpa Tes PCR dan Karantina, Industri Perhotelan Sumringah


Selasa, 08 Maret 2022 / 09:46 WIB
ILUSTRASI. Hotel Santika Bali. Bebas Pergi Wisata Tanpa Tes PCR dan Karantina, Industri Perhotelan Sumringah.


Reporter: Venny Suryanto, Akmalal Hamdhi | Editor: Noverius Laoli

Sebagai informasi, pemerintah India kembali memperpanjang larangan penerbangan internasional dari dan ke negara tersebut hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Jaringan Hotel Santika di Bali antara lain Hotel Santika Kuta Bali, Hotel Santika Badung, dan Hotel Santika Sligita Nusa Dua.

"Dengan adanya kebijakan bebas karantina diprediksi okupansi hotel dapat bertambah sekitar 14% dengan kehadiran pasar luar negeri," terang Prita.

Namun untuk bulan Maret ini, Santika Hotel memprediksikan aktivitas pemesanan hotel masih sama seperti bulan Januari dan Februari, dimana tingkat okupansi hotel sekitar 31%.

Baca Juga: Optimistis di 2022, Hotel Sahid Jaya (SHID) Bersiap Lakukan Perluasan Income Stream

Direktur Utama Dafam Hotel Management (DHM) Andhy Irawan juga menyambut positif adanya pelonggaran kebijakan pemerintah tersebut.

"Hal ini sangat bagus karena tentu akan mendongkrak tingkat hunian hotel, khususnya overseas market," kata dia ke KONTAN, Senin (7/3).

Dengan adanya pelonggaran tersebut, pihaknya optimis tingkat kunjungan hotel akan tumbuh 70%-80% di sepanjang 2022. Naiknya okupansi bisa mendongkrak pendapatan perusahaan 15%-20%.

Hal itu didorong dengan rencana ekspansi yang akan dilakukan dengan menargetkan penambahan 12 hotel di 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×