kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Begini strategi Integra Indocabinet (WOOD) meraup keuntungan dari perang dagang


Rabu, 12 Juni 2019 / 15:30 WIB

Begini strategi Integra Indocabinet (WOOD) meraup keuntungan dari perang dagang


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) tengah menyiapkan strategi menghadapi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang terus memanas. Hal ini untuk mencari celah agar produsen furnitur dan building component tersebut dapat meraup keuntungan.

Corporate Secretary & Head Of Investor Relation Integra Indocabinet Wendy Chandra mengatakan, di tengah keadaan ini membuat potensi ekspor kayu semakin baik. “WOOD menyiapkan strategi dengan menambah kapasitas produksi dan meluncurkan variasi produk baru untuk menyasar pasar AS,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (12/6).

Produksi yang ditambah untuk produk furnitur dan bangunan seperti mebel rotan dan kayu lapis. Nantinya, produk rotan disiapkan menjadi 30 kontainer per bulan atau 4.950 kubik per tahun. Adapun untuk kayu lapis atau Plywood menjadi 100 kontainer per bulan atau 42.000 meter kubik per tahun.

Selain itu WOOD juga menawarkan produk baru yakni Millworkd, Wooden Blind, dan Metal furniture. Millwork merupakan salah satu produk unggulan yang akan diekspor ke AS.

Sebelumnya WOOD telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan salah satu perusahaan AS berbasis distributor dan pengecer produk komponen bangunan untuk mengirim Millwork. 

Wendy mengharapkan distribusi ke AS dapat tumbuh konsisten mencapai kapasitas penuh yakni 250 kubik per bulan atau sekitar 50% dari penjualan konsolidasi tahun 2018.

Wendy menjelaskan produk Milkwork ini akan menjadi salah satu kontributor pertumbuhan pendapatan utama WOOD sebesar 12% dari target di atas 20%. Disusul dengan produk Blind Wood yang akan berkontribusi 5%, kemudian Mebel Logam berkontribusi 3%.

Lalu Mebel Kayu Rotan sebesar 4% dan Kayu Lapis kontribusi sebanyak 8% dari total pendapatan 2019. Tahun ini WOOD juga telah memasang target margin laba bersih berada di kisaran 10% hingga 12% masih sama dengan tahun 2018.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Video Pilihan


Close [X]
×