kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.880   -90,00   -0,53%
  • IDX 7.443   105,86   1,44%
  • KOMPAS100 1.039   18,16   1,78%
  • LQ45 762   11,11   1,48%
  • ISSI 262   4,55   1,77%
  • IDX30 403   5,22   1,32%
  • IDXHIDIV20 497   3,68   0,75%
  • IDX80 117   2,06   1,80%
  • IDXV30 135   2,02   1,52%
  • IDXQ30 130   1,27   0,99%

Begini Strategi Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Pulihkan Kinerja pada Tahun Ini


Selasa, 10 Maret 2026 / 13:49 WIB
Begini Strategi Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Pulihkan Kinerja pada Tahun Ini
ILUSTRASI. PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) berupaya memperbaiki kinerja dengan sejumlah strategi.(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Emiten yang bergerak di industri pengolahan dan pembekuan udang, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) berupaya memperbaiki kinerja dengan sejumlah strategi.

Direktur Utama Panca Mitra Multiperdana, Martinus Soesilo mengatakan, perseroan mengalami penurunan kinerja ekspor dan efisiensi biaya sejak akhir 2024 hingga kuartal I-2025 lalu.

"Maka, kami melakukan penyesuaian operasional dan organisasi termasuk pengurangan jumlah karyawan, pengurangan jam kerja karyawan dan penutupan beberapa lokasi operasional," ujarnya dalam paparan publik, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Stok Batubara PLTU Menipis, Pemerintah Didorong Tingkatkan Pasokan Segera

Mengatasi hal tersebut, Martinus menyebut PMMP telah mengambil langkah perbaikan organisasi. 

"Karyawan yang sebelumnya masuk bergantian atau dirumahkan, telah ditugaskan untuk masuk kembali, serta kami melakukan penataan job description," lanjutnya.

Dari sisi penjualan, Martinus bilang pemberlakuan biaya masuk anti dumping oleh Amerika Serikat (AS) untuk udang Indonesia sebesar 6,3% pada Mei 2024 lalu, cukup memukul kinerja perseroan.

"Semua kontainer kami yang telah dikirim dan berada di laut dengan harga sebelum anti dumping harus menanggung biaya tambahan ini," ujarnya.

Meskipun begitu, PMMP tetap berkomitmen kepada pihak pembeli sesuai kontrak pembelian.

Oleh karena itu, PMMP optimistis perusahaan dapat memulihkan kinerja dengan bertambahnya kontrak-kontrak penjualan baru, dukungan dari supplier bahan baku, serta efisiensi operasional.

Baca Juga: Menjelang Lebaran, Industri Makanan dan Minuman Mitigasi Dampak Gejolak Timur Tengah

Terutama, dengan permintaan barang ekspor yang masih kuat. Martinus mengungkap, Martinus mengungkap, total outstanding purchase order (PO) hingga akhir Februari 2026 tercatat sebesar US$ 7,7 juta dari AS dan US$ 1,1 juta dari Jepang, dengan jadwal pengiriman hingga Mei 2026.

"Beberapa supplier masih memberikan dukungan kepada perseroan dengan mengiriman bahan-bahan pembungkus maupun bahan pendukung produksi lainnya," lanjut Martinus.

Untuk memperbaiki kondisi keuangan, ia menyebut, perseroan juga telah melakukan negosiasi ulang dengan kreditur untuk keringanan utang, meminta perpanjangan jangka waktu pembayaran, serta penurunan suku bunga.

"Selain itu, perseroan juga melaksanakan optimasi rantai pasok dengan meningkatkan efisiensi pembelian," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×