CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Begini tanggapan Asus Indonesia soal rencana pemberlakuan aturan IMEI


Minggu, 18 Agustus 2019 / 09:25 WIB

Begini tanggapan Asus Indonesia soal rencana pemberlakuan aturan IMEI
ILUSTRASI. Pemerintah tengah menyiapkan aturan validasi IMEI. Aturan ini mendapatkan sambutan positif dari Asus Indonesia.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah menyiapkan aturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI). Ketentuan ini mendapatkan sambutan yang positif dari Asus Indonesia.

“Validasi IMEI ini tentunya akan sangat bermanfaat untuk menekan peredaran smartphone ilegal di pasaran Indonesia,” ujar Head of Public Relations Asus Indonesia, Muhammad Firman kepada Kontan.co.id, Jumat (16/8).

Untuk diketahui, IMEI merupakan identitas yang dimiliki oleh ponsel, baik yang dijual secara legal maupun ilegal. Setiap ponsel yang beredar memiliki IMEI yang unik dan berbeda satu sama lain.

Baca Juga: Aturan IMEI Bikin Saham Peritel Ponsel Meroket

Sementara itu, aturan validasi IMEI merupakan aturan hukum yang pada nantinya akan memberi wewenang kepada pemerintah untuk memblokir penggunaan ponsel yang teridentifikasi memiliki IMEI ilegal.

Pemberlakuan aturan ini bertujuan memberantas peredaran ponsel yang masuk ke dalam negeri melalui jalur-jalur ilegal.

Pada prinsipnya, peredaran ponsel ilegal berpotensi merugikan produsen ponsel resmi dikarenakan cenderung memiliki harga jual yang lebih murah. Perbedaan harga ini dikarenakan produsen ponsel resmi harus mengeluarkan dana lebih banyak untuk mengimpor produk ponsel melalui jalur yang resmi dan legal.

Dalam hal ini, Asus Indonesia merupakan salah satu produsen ponsel resmi yang melakukan kegiatan impor terhadap ponsel yang diproduksinya. Sebagian besar produksi ponsel Asus masih dilakukan di China.

Baca Juga: Ponsel Oppo: Kami yakin pangsa pasar membesar dengan validasi IMEI

Hanya saja, Asus Indonesia telah memindahkan sebagian proses produksi untuk semua ponsel ASUS yang menggunakan konektivitas 4G ke Indonesia. Tindakan ini bertujuan untuk memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diwajibkan oleh pemerintah. Hal ini telah dilakukan sejak pemerintah memberlakukan aturan terhadap perangkat 4G.

Asus Indonesia menargetkan agar produk-produk ponsel yang diproduksi Asus Indonesia memiliki persentase TKDN minimal 30%, sesuai dengan peraturan yang ada. Adapun aspek TKDN yang berusaha dipenuhi adalah aspek hardware technology untuk mengejar transfer teknologi.

Firman menambahkan, belakangan ini Asus Indonesia juga telah meminta pabrik mitra Asus Indonesia yang berada di Batam untuk meningkatkan produksi untuk beberapa tipe ponsel tertentu. Hal ini dilakukan sebagai respons atas permintaan terhadap ponsel dengan konektivitas 4G yang terus meningkat di wilayah Asia Pasifik.

Baca Juga: Blokir IMEI akan berefek negatif buat pemerintah

Selain itu, peningkatan produksi juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia secara lebih cepat dengan ongkos pengiriman yang lebih rendah. Firman mengatakan Asus Indonesia tidak mengejar market share, namun lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan segmen yang lebih spesifik, khususnya gamers dan power users.

Meski beberapa upaya pemindahan sebagian proses produksi telah dilakukan, Firman mengatakan bahwa Asus belum memiliki rencana untuk memindahkan seluruh kegiatan produksi ponselnya ke Indonesia. “Pabrik di Indonesia lebih fokus untuk memenuhi kebutuhan pasar khususnya Asia Pasifik,” terang Firman.


Reporter: Muhammad Julian
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0024 || diagnostic_web = 0.1135

Close [X]
×