kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Belanja Nasional Tembus Rp184 Triliun, Mendag Klaim Daya Beli Tetap Kuat


Senin, 13 April 2026 / 05:51 WIB
Belanja Nasional Tembus Rp184 Triliun, Mendag Klaim Daya Beli Tetap Kuat
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (KONTAN/chelsea anastasia)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, realisasi Program Belanja Nasional pada kuartal I-2026 melampaui target yang ditetapkan.

Capaian ini menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat masih terjaga.

Secara keseluruhan, realisasi program tersebut mencapai Rp184,02 triliun, melampaui target sebesar Rp172,38 triliun.

Baca Juga: Gapki Pastikan Pasokan CPO Aman untuk Program Mandatori B50

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha mampu menciptakan stimulus yang efektif bagi konsumsi masyarakat, khususnya dalam menyambut momentum Ramadan dan Idulfitri,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, capaian ini didorong oleh dua program utama, yakni Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026, yang berhasil mengungkit konsumsi di tengah pola musiman awal tahun.

Program Friday Mubarak yang digagas Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatatkan transaksi sebesar Rp129,12 triliun atau 8,5% di atas target.

Program ini berlangsung pada 11 Februari hingga 31 Maret 2026 dan melibatkan sekitar 200 merek ritel, 11 juta pedagang pasar, 414 pusat perbelanjaan, serta 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia.

Baca Juga: HPM Ungkap Strategi Bisnis di Tengah Banyaknya Dealer Mobil yang Tutup

Sementara itu, program BINA Lebaran 2026 yang diinisiasi Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia mencatatkan transaksi Rp54,9 triliun atau 2,8% di atas target.

Program yang berlangsung 6–30 Maret 2026 ini diikuti sekitar 800 merek, 80.000 gerai ritel, serta 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi.

Budi menilai keberhasilan ini menunjukkan peran strategis Program Belanja Nasional dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui konsumsi rumah tangga.

“Capaian kuartal I ini menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan konsumsi domestik sepanjang 2026,” ujarnya.

Baca Juga: Mesin Cuci dengan AI ke Indonesia Saat Daya Beli Lesu, Pasar Sensitif Harga & Listrik

Selain itu, tren kunjungan ke pusat perbelanjaan juga menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), jumlah kunjungan naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Konsumsi masyarakat didominasi oleh kategori makanan dan minuman serta sektor hiburan.

Pemerintah pun optimistis tren ini akan berlanjut, dengan proyeksi pertumbuhan kunjungan pusat belanja tetap di atas 10% secara tahunan pada kuartal I-2026.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan ritel modern, pusat perbelanjaan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memperkuat ekosistem perdagangan domestik.

“Program belanja nasional akan terus didorong sebagai katalis utama dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat sektor ritel nasional,” tutup Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×